Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Garuda Indonesia (GIAA) Berharap Bisa Bebas Suspensi Saham 28 Desember 2022

Usai RUPSLB, Garuda Indonesia (GIAA) berharap penghentian sementara (suspensi) saham dapat dibuka oleh otoritas Bursa.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  21:38 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Berharap Bisa Bebas Suspensi Saham 28 Desember 2022
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra menerima pertanyaan wartawan di depan ruang sidang Kusuma Atmadja A pada Sidang PKPU Voting Homologasi, Jumat (17/6/2022). Dia cukup optimistis proposal perdamaian PKPU Garuda dapat berakhir homologasi dan melanjutkan pengelolaan perseroan yang lebih sehat. - Bisnis/Rinaldi M. Azka.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) segera memanggil pemegang saham untuk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait dengan pelaksanaan rights issue. Usai RUPSLB, GIAA berharap penghentian sementara (suspensi) saham dapat dibuka oleh otoritas Bursa.

Pada rencana rights issue tersebut, seluruh saham yang akan dikeluarkan berjumlah maksimal 68.072.851.377 saham atau 262,96 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan harga Rp196 per saham.

“Rp196 di sini memang hasil perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang memberi range Rp180-Rp220 yang fit dengan valuasi. Kami tidak punya interest apa pun, dan dari manajemen tidak mau mengarahkan ke skenario mana pun, kita membuka opsi, implikasi, dan kemungkinan yang ada,” kata Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra, Senin (5/12/2022).

Adapun secara konsolidasi per Juni 2022 valuasi GIAA adalah US$355,72 juta, sehingga muncul kisaran perhitungan harga Rp182 – Rp210.

“Suspensi dan proses semua ini kami harapkan bisa selesai sebelum 28 Desember 2022 dan kita harapkan otoritas melepas suspensi Garuda. Karena pada saat itu, kita disuspensi karena wanprestasi terhadap sukuk. Kita punya solusi tapi belum terimplementasi sehingga begitu terimplementasi harusnys bisa dilepaskan,” imbuh Irfan.

Ke depan, manajemen Garuda ingin memastikan kepada publik bahwa kinerja keuangan perseroan akan sehat ke depannya. Perseroan akan fokus pada mengejar profitabilitas untuk mendongkrak kinerja keuangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia BUMN rights issue BUMN
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top