Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Catat, Begini Perbedaan Mata Uang Digital Dan Kripto

Terdapat perbedaan antara mata uang digital dan kripto yang perlu diketahui. BI tancap gas mengembangkan digital rupiah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  02:38 WIB
Catat, Begini Perbedaan Mata Uang Digital Dan Kripto
Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta, Minggu (20/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) belum lama ini telah menerbitkan white paper pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital yang dinamakan Digital Rupiah.

Penerbitan white paper ini merupakan langkah awal “Proyek Garuda,” yaitu sebuah inisiatif yang memayungi berbagai eksplorasi dan diharapkan menjadi katalisator pengembangan desain CBDC ke depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pengembangan Rupiah Digital menegaskan fungsi BI sebagai otoritas tunggal dalam menerbitkan mata uang termasuk mata uang digital, memperkuat peran BI di kancah internasional, dan mengakselerasi integrasi ekonomi dan keuangan secara nasional.

Lantas, apakah yang dimaksud dengan Central Bank Digital Currency (CBDC)? Apa perbedaan CBDC dengan aset kripto?

Dikutip dari Pintu Academy Minggu (4/12/2022), CBDC adalah versi digital dari mata uang resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. CBDC diterbitkan dan diatur oleh otoritas moneter atau bank sentral dari suatu negara.

CBDC terbilang mirip dengan cryptocurrency dan beroperasi menggunakan digital ledger yang bisa dalam bentuk blockchain ataupun tidak. Hal ini dilakukan untuk mempercepat dan meningkatkan keamanan proses transaksi digital.

Saat ini uang fisik adalah satu-satunya jenis uang bank sentral yang tersedia untuk masyarakat umum. CBDC akan memungkinkan masyarakat umum untuk melakukan pembayaran digital, namun dengan lebih cepat dan aman, yang merupakan kelebihan dari teknologi kripto.

Salah satu perbedaan CBDC dan mata uang kripto terletak pada tidak adanya anonimitas (anonymity) dalam penggunaan CBDC seperti pada mata uang kripto. Selain itu, seperti laiknya uang kertas yang dikeluarkan pemerintah, nilai CBDC tergantung pada kebijakan pemerintah yang mengeluarkannya, dan begitu pun dengan jumlah pasokannya.

Hal penting yang perlu diingat adalah CBDC bukanlah mata uang kripto. Mata uang digital ini sepenuhnya diatur oleh otoritas pusat atau pemerintah, berbeda dengan kripto yang terdesentralisasi.

Seperti yang dapat diketahui, kepemilikan dan otoritas dari sebuah aset kripto dapat sepenuhnya berada di tangan penggunanya, lain halnya dengan CBDC.

CBDC berperan sebagai versi digital dari uang fiat seperti rupiah atau dolar Amerika Serikat. Sehingga, informasi pribadi seperti nama asli berikut transaksinya akan dilampirkan ke aset CBDC yang dimiliki, dan dapat dilihat oleh pengirim, penerima, dan bank.

Sementara itu, detail transaksi untuk aset kripto tersedia untuk publik, namun tanpa memperlihatkan data pribadi seperti nama asli dari pengguna.

Adapun, saat ini ada sekitar 100 negara yang sedang mengeksplorasi CBDC. Menurut data dari International Monetary Fund (IMF) adopsi aset kripto lebih besar di negara-negara dengan penetrasi digital dan pengiriman uang yang lebih tinggi serta fundamental ekonomi makro yang lebih lemah — seperti inflasi yang tinggi.

Hal tersebut membuat institusi keuangan menyoroti pentingnya pelacakan aktivitas di pasar kripto dan meregulasinya dengan tepat. Sehingga kemudian, opsi untuk membuat mata uang digital yang terpusat dijajaki oleh beberapa negara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah Bank Indonesia mata uang kripto mata uang digital perry warjiyo
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top