Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

November 2022 Jadi Bulan Terbaik Bursa Asia dalam 24 Tahun, Pesta Cuan!

MSCI Asia Pacific Index melonjak hampir 14 persen selama November 2022, ditetapkan untuk kinerja terbaiknya sejak 1998.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 30 November 2022  |  11:48 WIB
November 2022 Jadi Bulan Terbaik Bursa Asia dalam 24 Tahun, Pesta Cuan!
Investor mengamati papan perdagangan saham di sebuah kantor perusahaan sekuritas di Shanghai, China. - Qilai Shen / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – November 2022 ternyata memberikan kejutan di pasar saham, dengan menjadi bulan terbaik untuk bursa saham Asia dalam 24 tahun.

Mengutip Bloomberg, Rabu (30/11/2022), indeks acuan untuk bursa kawasan Asia yakni MSCI Asia Pacific Index melonjak hampir 14 persen selama November 2022, ditetapkan untuk kinerja terbaiknya sejak 1998, dengan rebound melampaui tolok ukur indeks lainnya secara global.

Indeks MSCI Asia Pacific yang mengukur bursa saham dari Hong Kong hingga Filipina mencatatkan keuntungan yang kuat dengan rekor yang bertahan setidaknya selama satu dekade.

Lonjakan tersebut didorong oleh tanda-tanda yang berkembang bahwa China melonggarkan kebijakan zero Covid, dan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS Federal Reserve akan bergerak ke arah laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat.

Para manajer investasi berargumen bahwa ini hanyalah permulaan, memberikan sinyal untuk kinerja yang lebih baik berlanjut hingga tahun 2023.

“Sehubungan dengan EM [emerging market] lainnya, kawasan ini memiliki neraca yang jauh lebih kuat di tingkat negara dan perusahaan, pembuatan kebijakan yang lebih hati-hati, dan reformasi struktural yang positif di beberapa negara utama,” kata Peter Monson, manajer portofolio di Nikko Asset Management.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, nilai bersih dana asing yang membeli saham di emerging market Asia, di luar China mencapai US$12,6 miliar selama November ini, mencerminkan arus masuk terbesar dalam dua tahun. Taiwan menyumbang hampir setengah dari aliran masuk tersebut, karena investor asing termasuk Warren Buffett bertaruh pada produsen chip di tengah meredanya ketegangan antara China dan AS.

Investor juga menumpuk kembali ke aset China lantaran didorong oleh desas-desus yang menyebar awal bulan ini tentang rencana keluar dari kebijakan zero Covid, dan kemudian ketika pihak berwenang memperkenalkan langkah-langkah yang menggarisbawahi niat untuk melonggarkan lockdown. Banyak bantuan kebijakan pemerintah setempat untuk sektor properti yang bermasalah di China juga membantu sentimen pasar.

“Di sini terjadi perubahan dramatis dalam sentimen pasar, dengan para pembuat kebijakan di China melepaskan rangkaian dukungan kebijakan yang berbeda,” kata David Townsend, direktur pelaksana Bisnis EMEA di Value Partners Group.

Goldman Sachs Group Inc. memprediksi reli saham lebih lanjut di China dan Korea Selatan, sementara Morgan Stanley telah menggembar-gemborkan kenaikan 14 persen untuk MSCI China Index pada tahun depan.

Sementara itu, di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,47 persen pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (30/11/2022). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.994,41-7.062,43. Sebanyak 250 saham menguat, 250 saham melemah, dan 198 saham stagnan.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) anjlok 4,32 persen ke Rp155 saat periode penguncian saham (lock-up) yang berlangsung sejak IPO resmi berakhir hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bursa Asia pasar saham indeks hang seng china taiwan federal reserve

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top