Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Chandra Asri (TPIA) Kantongi US$2 Miliar Hadapi Ketidakpastian 2023

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) memproyeksi industri petrokimia masih dapat mencatatkan pertumbuhan meskipun terjadi perlambatan ekonomi.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 30 November 2022  |  19:00 WIB
Chandra Asri (TPIA) Kantongi US$2 Miliar Hadapi Ketidakpastian 2023
Pekerja beraktivitas pada proyek pengaspalan berbahan campuran plastik yang diproduksi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. di kawasan BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (21/7/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) memproyeksi industri petrokimia masih dapat mencatatkan pertumbuhan meskipun terjadi perlambatan ekonomi.

Chief Financial Officer Chandra Asri Petrochemical Andre Khor mengatakan masih terdapat diskusi mengenai faktor makro ekonomi untuk tahun depan.

"Tetapi, fokus kami tetap pada operational excellence, menyumbang dan berkontribusi untuk memenuhi perekonomian nasional. Kami juga tetap mempertahankan balance sheet kami dengan kekuatan finansial dan liquidity pool yang lebih dari US$2 miliar," kata Andre dalam paparan publik Chandra Asri, Rabu (30/11/2022).

Dia melanjutkan Chandra Asri memiliki keunggulan karena melayani pasar di Indonesia yang masih banyak melakukan impor, dibandingkan pemain petrokimia lainnya.

Andre optimistis ke depan dengan adanya perang Ukraina, zero covid policy di China, dan suku bunga yang naik, Chandra Asri akan tetap mempertahankan keunggulan operasionalnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Chandra Asri Suryandi menuturkan pihaknya tidak mengetahui kapan situasi geopolitik yang memanas di dunia akan selesai. Selain itu, zero covid policy di China membuat permintaan menurun yang berakibat ke margin yang tertekan.

Kondisi tersebut menurutnya tidak hanya menimpa Chandra Asri, tetapi juga industri petrokimia di tingkat regional dan global.

"Saya ingin tekankan lagi mengenai industri ataupun profil dari pasar Chandra Asri, kami fokus pada pasar dalam negeri. Karena pasar dalam negeri itu, dengan produk dari Chandra Asri ini kita masih harus impor," ujar dia.

Suryandi berharap produksi petrokimia dalam negeri tidak sampai terganggu, sehingga pasokan petrokimia masih bisa berjalan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chandra asri petrokimia tpia
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top