Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengenal Pump and Dump dalam Pasar Saham dan Menghindari Trik Penipuannya

Praktek pump and dump biasanya diaplikasikan ke saham dengan kapitalisasi pasar kecil karena lebih mudah dimanipulasi.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - "Pump and dump" merupakan istilah umum yang digunakan dalam pasar saham, mengacu pada skema rekayasa guna menggelembungkan harga saham sendiri melalui masukan positif yang palsu juga menyesatkan.

Praktek pump and dump biasanya diaplikasikan ke saham dengan kapitalisasi pasar kecil karena lebih mudah dimanipulasi. Biasanya, saham kecil belum banyak pemiliknya, sehingga si pelaku pump and dump tidak butuh mengumpulkan banyak investor dan proses pun jadi lebih mudah.

Tujuan Pump and Dump

Tujuan utama dari tentu untuk mendapatkan keuntungan lebih. Pelaku menjual saham yang dibeli dengan harga murah, kemudian menjualnya lagi dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Pelaku Pump and Dump

Umumnya pelaku pump and dump merupakan para investor itu sendiri yang sudah memiliki posisi baik di saham perusahaan. Mereka akan menjual saham miliknya setelah mengalami oeningkatan harga.

Dilihat dari hukum perdagangan saham, hal tersebut masuk dalam praktik ilegal, jika tertangkap basah melakukan itu pelaku akan dikenakan hukuman berupa denda.

Bila diartikan dalam bahasa Indonesia, pump and dump berarti memompa dan membuang, artinya pelaku atau pemegang am akan memompa hara saham untuk kemudian membuangnya dengan menjual dengan harga tertinggi.

Sistem Kerja Pump and Dump

Sebelumnya, pump and dump dilakukan dengan metode cold calling, yakni menghubungi investor yang tidak memiliki pengalaman terlalu banyak atau tak berhubungan langsung dengan penjualan saham. Namun, seiring berkembangnya zaman, kini metode pump and dump lebih banyak lagi cara praktiknya.

pump and dump juga bisa dilakukan secara online dengan cara mengunggah pesan yang menarik banyak investor untuk membeli saham secara cepat. Pesan tersebut biasanya mengandung 'klaim' bahwa dia memiliki informasi dari 'orang dalam' sehingga harga saham bisa naik lagi dalam waktu cepat. Bersama pesan yang terlihat menjanjikan, para investor akan tertarik dan membeli. Setelah transaksi selesai dilakukan, harga saham akan turun secara drastis dan investor baru akan kehilangan uangnya.

Berikut adalah 3 skema pump and dump yang biasa digunakan untuk menipu :

1. Pump and Dump Klasik

pump and dump kalsik biasanya berisi informasi apapun yang berkaitan dengan manipulasi. Mulai dari telepon hingga pesan berisi rayuan untuk membeli saham tertentu. Cara klasik ini juga biasanya digunakan pelaku dengan menyewa promotor saham yang tidak jujur untuk menarik perhatian para investor.

2. Boiler Room

Boiler room adalah firma broker yang mempekerjakan sejumlah broker dengan menggunakan praktik marketing yang tidak jujur. Produk yang dipasarkan adalah saham yang nilainya dipertanyakan. Para broker yang bekerja di firma kemudian menjual saham murah yang sudah dibeli firma sebelumnya melalui teknik cold calling.

3. Modus "Salah Nomor"

Terakhir, cara ini yang paling baru dilakukan. Beberapa investor akan menerima pesan suara dari orang yang tidak dikenal. Pelaku akan berkata mereka punya tips investasi yang lagi hot. Pelaku pump and dump berpura-pura meninggalkan pesan ke nomor yang salah, padahal mereka sudah mengincar si pemilik nomor. Meski cara ini terlihat meragukan, nyatanya masih ada juga yang termakan dengan skema ini.

Cara Menghindari Pump and Dump

Terdapat beberapa cara agar tidak terkena penipuan pump and dump. Pertama, menjadi seorang investor penting untuk melakukan analisa sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham tertenti. Jika belum memiliki pengalaman, bisa minta tolong pada rekan terdekat untuk mencari informasi terkait.

Kedua, jangan muda percaya pada telepon atau pesan yang berkaitan dengan pasar saham. Pasalnya, tidak semua investor berhubungan langsung dengan penjual penjual saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper