Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Keputusan Suku Bunga BI, Begini Kondisi Pasar Obligasi Indonesia

Pasar obligasi yang ditunjukkan tingkat imbal hasil SUN cenderung menguat jelang keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia.
Pasar obligasi yang ditunjukkan tingkat imbal hasil SUN cenderung menguat jelang keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia.
Pasar obligasi yang ditunjukkan tingkat imbal hasil SUN cenderung menguat jelang keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar obligasi Indonesia terpantau bergerak positif jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunga hari ini

Data dari World Government Bonds pada Kamis (17/11/2022) pukul 12.00 WIB mencatat, tingkat imbal hasil SUN Indonesia dengan tenor 10 tahun berada di level 7,101 persen. Selama sepekan terakhir, yield SUN Indonesia terpantau menguat sebesar 22,1 basis poin.

Sementara itu, dalam periode 1 bulan belakangan, imbal hasil SUN menguat 31,1 basis poin.

Adapun, level credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia per hari ini ada di level 96,96. Posisi tersebut mengindikasikan probabilitas default atau gagal bayar sebesar 1,62 persen.

Sebelumnya, Fixed Income Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Dhian Karyantono menjelaskan, pasar obligasi Indonesia sebenarnya masih cukup menarik. Bahkan, ia menilai obligasi Indonesia cenderung undervalued dari sisi imbal hasil (yield).

Berdasarkan analisis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Dhian menyebutkan dengan kondisi suku bunga acuan Bank Indonesia di level 4,75 persen, dan nilai tukar rupiah pada kisaran Rp15.560, seharusnya imbal hasil SUN Indonesia seri acuan 10 tahun berada di kisaran 7,27 persen.

“Kami melihat peluang pergerakan yield bisa berada di level yang lebih rendah di akhir tahun ini,” jelasnya.

Potensi penguatan imbal hasil ini juga didukung oleh program burden sharing antara pemerintah dengan Bank Indonesia (BI). Dhian memaparkan, sejauh ini program burden sharing baru menyerap SBN sekitar Rp30 triliun.

Sementara itu, alokasi penjualan SBN dari pemerintah ke BI adalah sekitar Rp280 triliun. Dengan demikian, Bank Indonesia masih memiliki ruang yang cukup besar untuk menyerap SBN yang dapat menurunkan imbal hasil obligasi Indonesia.

“Masih ada alokasi sekitar Rp250 triliun yang tersisa untuk BI. Kami memperkirakan lelang SUN akan ditiadakan pada Desember mendatang dan akan digantikan oleh skema burden sharing ini,” jelas Dhian.

Selain itu, prospek penguatan yield SUN Indonesia juga didukung oleh nilai tukar rupiah yang dapat kembali menguat di sisa tahun ini. Dhian memprediksi nilai tukar rupiah dapat turun ke kisaran Rp15.000 yang akan berdampak pada menguatnya pasar obligasi domestik.

Adapun, Mirae Asset memperkirakan imbal hasil SUN 10 tahun Indonesia dapat berada di level 6,96 untuk proyeksi optimistis, 7,26 persen untuk proyeksi moderat, dan 7,41 persen untuk proyeksi pesimistis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper