Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dharma Satya Nusantara (DSNG) Perkirakan Harga CPO Rp10.000 Tahun Depan

PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) memperkirakan harga minyak sawit mentah tetap stabil meski di bayangi isu resesi dan penurunan permintaan dari China.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 November 2022  |  17:02 WIB
Dharma Satya Nusantara (DSNG) Perkirakan Harga CPO Rp10.000 Tahun Depan
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) memperkirakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 2023 tetap stabil tinggi, meski akan lebih rendah daripada rata-rata 2022. Permintaan dari destinasi ekspor utama akan memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan di tengah risiko resesi global.

“Kami melihat tahun depan pasar China akan menjadi penentu. Meskipun pertumbuhan ekonomi mereka tidak setinggi sebelumnya, tetapi skala ekonomi mereka yang besar membuat permintaan akan terpengaruh. Saat mereka melonggarkan pembatasan, permintaan akan lebih besar,” kata Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja di Jakarta, Kamis (10/11/2022).

Dia mencatat harga CPO sempat turun dari Rp8.000 per kilogram (kg) menjadi Rp6.000 per kg ketika pembatasan mobilitas diterapkan awal pandemi oleh banyak negara. Namun saat kebijakan ini mulai longgar dan pasokan minyak nabati menjadi ketat, harga CPO melesat.

Jenti juga memperkirakan produksi CPO mulai normal jika melihat proyeksi cuaca pada 2023. Meski demikian, terdapat risiko penurunan produktivitas akibat pemupukan yang tidak maksimal selama pandemi.

“Pada 2019 ketika harga CPO kurang bagus, pemangkasan biaya yang paling mungkin dilakukan saat adalah mengurangi pupuk. Kemudian saat harga bagus, akses pupuk susah dan harga tinggi sehingga banyak petani yang tidak memupuk. Menurut kami pasokan belum akan naik lagi tahun depan,” katanya.

Megacu pada kondisi tersebut dan estimasi ekonom, Jenti mengatakan harga rata-rata CPO tahun depan bakal berkisar Rp9.000—Rp10.000 per kg. Harga ini lebih rendah dari rata-rata 2022, tetapi lebih tinggi dari 2019.

“Meskipun pasokan minyak nabati lain sudah mulai normal, harga tidak akan terlalu jatuh. Sekarang harga sekitar Rp12.000—Rp13.000 per kilogram. Mungkin tahun depan di sekitar Rp10.000 per kg akan lebih manageable,” katanya.

DSNG melaporkan produktivitas kebun mulai menunjukkan tren kenaikan sejak Juni 2022, setelah melewati fase El Nino pada 24 bulan sebelumnya. Melihat perkembangan ini, DSNG memperkirakan produksi akan naik sekitar 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Produksi tandan buah segar (TBS) DSNG pada kuartal III/2022 mencapai 636.000 ton, jumlah tersebut setara dengan 70 persen dari realisasi produksi sepanjang semester I/2022. Adapun pada 2021, produksi TBS mencapai 1,94 juta ton, turun dibandingkan dengan produksi 2020 yang mencapai 2,04 juta ton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dsng cpo Resesi tandan buah segar
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top