Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ada Kebijakan ASO, Emiten MNCN, BMTR, SCMA, Ditutup di Zona Hijau

Meski ada sentimen kebijakan analog switch off (ASO). Mayoritas emiten media ditutup di zona hijau.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 08 November 2022  |  16:30 WIB
Ada Kebijakan ASO, Emiten MNCN, BMTR, SCMA, Ditutup di Zona Hijau
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas emiten berbasis media ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini Selasa (8/11/2022). Berdasarkan catatan Bisnis sebanyak 6 saham berada di zona hijau, 2 di zona merah, dan 2 stagnan.

Saham PT Net Visi Media Tbk. (NETV) memimpin penguatan saham berbasis media dengan naik 4,42 persen ke level 236. Berikutnya terdapat saham Grup Emtek PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) naik 3,31 persen ke level 250.

Saham dengan penguatan tertinggi ketiga adalah Grup MNC, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) yang naik 3,12 persen ke level 825. Disusul oleh PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) yang naik 1,79 persen ke level 57.

Dua saham lainnya yang menguat adalah TMPO dan BMTR yang masing-masing naik 1,69 persen dan 0,66 persen. Penguatan ini membawa kedua saham tersebut masing-masing parkir pada level 120 dan 304.

Kemudian dua saham yang terpantau melemah adalah saham-saham yang terafiliasi dengan Erick Thohir, yakni PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) yang turun 2,19 persen ke level 179, dan PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) yang turun 2,36 persen ke level 124.

Sementara itu saham yang terpantau stagnan adalah PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) dan PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) yang masing-masing parkir di level saham gocap.

Emiten berbasis media khususnya televisi tengah diterpa oleh sentimen kebijakan analog switch off (ASO) atau pemberhentian TV Analog dari pemerintah.

Beberapa emiten pun telah memberikan respons terkait dengan adanya kebijakan ASO tersebut. Emiten televisi Grup Bakrie PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) membantah jika dua stasiun televisinya, yakni tvOne dan ANTV menolak untuk bermigrasi ke siara digital.

"Sejak Rabu (2/11/2022) pukul 24.00 WIB telah bersiaran secara digital sampai saat ini," kata Neil, dikutip Sabtu (5/11/2022).

Dia melanjutkan, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah menghentikan siaran televisi analog atau analog switch off (ASO) di wilayah Jabodetabek (dan sejumlah daerah) per Rabu (2/11/2022) pukul 24.00 WIB.

Sementara itu, Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo membeberkan keresahannya terhadap kebijakan ASO. Ia menyebut Penerapan ASO disebut sama saja dengan memaksa masyarakat membeli set top box (STB) agar dapat menyaksikan siaran digital. Padahal kondisi perekonomian masyarakat saat ini dinilai masih kurang baik akibat pandemi Covid-19.

"Sebagaimana kita ketahui 60 persen penduduk Jabodetabek masih menggunakan TV analog,” ujar Hary, Jumat (4/11/2022).

PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) menyebut dampak dari adanya ASO belum bisa terlihat lantaran kebijakan itu baru berlaku beberapa hari. Kegiatan teknis operasional juga tetap berjalan biasa seperti halnya siaran analog.

Sekretaris Perusahaan Surya Citra Media Gilang Iskandar mengatakan dampak daripada kebijakan ASO baru akan terlihat setelah sekian waktu. Hal ini berlaku baik untuk kinerja operasional maupun kinerja keuangan.

“Saat ini dampaknya secara keuangan belum bisa dilihat.Dampaknya akan kelihatan nanti setelah ASO berjalan sekian waktu,” ujar Gilang kepada Bisnis pada Jumat (4/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mnc NETV analog switch off bmtr viva
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top