Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Autopedia (ASLC) Catat Penjualan Naik 128 persen per Kuartal III/2022, tapi Masih Rugi

Anak usaha ASSA, Autopedia (ASLC) membukukan kerugian bersih sebesar Rp5,6 miliar pada kuartal III/2022.
Seremoni virtual pencatatan saham perdana PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) pada Selasa, 25 Januari 2022. Anak usaha ASSA, Autopedia membukukan kerugian bersih sebesar Rp5,6 miliar pada kuartal III/2022. /Istimewa
Seremoni virtual pencatatan saham perdana PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) pada Selasa, 25 Januari 2022. Anak usaha ASSA, Autopedia membukukan kerugian bersih sebesar Rp5,6 miliar pada kuartal III/2022. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten lelang mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) mencatatkan penjualan Rp308,21 miliar, melejit 128 persen pada kuartal III/2022, berkat ekspansi gencar yang dilakukan.

Khusus pada kuartal III saja, ASLC membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 65 persen secara kuartalan menjadi Rp148,70 miliar.

Volume unit penjualan diler mobil bekas juga meningkat secara signifikan sebesar 122,7 persen secara kuartalan QoQ, dari 353 unit pada kuartal II/2022 menjadi 786 unit pada kuartal III/2022. Dengan demikian, total volume penjualan mobil bekas menjadi 1.356 unit pada Januari-September 2022.

Pada kuartal III/2022, Caroline berhasil secara konsisten menjual lebih dari 200 mobil setiap bulannya yang didukung perluasan jaringan touch point. Sejak akhir kuartal II, Perseroan telah menambah 5 touch point sehingga per Agustus lalu total telah mengoperasikan 21 touch point.

Kelima touch point yang baru dibuka tersebut berada di Semarang, Palembang, Makassar, Bali, dan WTC Mangga Dua Jakarta.

Sejak awal tahun ini, ASLC terus menambah touch point baru untuk layanan dealer mobil bekas O2O (online-to-offline) dengan merek Caroline. Saat ini ASLC memiliki 21 touch point Caroline, melebihi target awal perusahaan mengoperasikan 20 titik layanan hingga akhir tahun ini.

Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Chandra menerangkan bisnis lelang juga menunjukkan daya tarik yang baik karena penjualan tumbuh sebesar 21 persen secara kuartalan, didorong oleh pertumbuhan volume yang lebih kuat sebesar 8 persen secara kuartalan untuk kendaraan roda empat dan 14 persen untuk kendaraan roda dua, yang sekaligus menggarisbawahi pemulihan yang stabil.

“Peningkatan pesat pendapatan Perseroan dari hasil penjualan mobil bekas tersebut, memperlihatkan bahwa kami sudah melaksanakan rencana bisnis dengan benar dan terukur. Ekspansi yang dilakukan ASLC telah membuahkan hasil, sehingga kami optimis, untuk selanjutnya kinerja Perseroan terus tumbuh semakin baik,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2022).

Laba kotor ASCL pada kuartal III/2022 tumbuh 17 persen dibandingkan kuartal II/2022, dari Rp29 miliar menjadi Rp34 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan yang kuat dalam bisnis mobil bekas, Margin Laba Kotor pada periode ini tercatat 23 persen dibandingkan 32 persen di kuartal II/2022 karena kontribusi pendapatan dari penjualan mobil bekas mencapai 75 persen dibandingkan hanya 66 persen di kuartal II/2022.

Tipikal pada bisnis perdagangan mobil bekas, margin yang dihasilkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan bisnis lelang, tetapi dengan pendapatan yang lebih tinggi.

ASLC membukukan kerugian bersih sebesar Rp5,6 miliar pada kuartal III/2022, cukup terkendali mengingat laju ekspansi yang ditargetkan oleh perusahaan.

"Pembentukan operasi dan jaringan Autopedia yang berkelanjutan akan menjadi tonggak utama untuk membangun fondasi yang kuat untuk ekspansi yang akan datang dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Peluang besar di segmen mobil bekas, ditambah dengan prospek pertumbuhan PDB jangka panjang dan pertumbuhan populasi muda merupakan faktor kunci yang akan mendorong masa depan sektor ini. Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi tahun depan, manajemen melihat adanya peluang bisnis mobil bekas.

Perkiraan harga mobil baru akan lebih tinggi di tengah situasi kenaikan nilai tukar dolar, akan membuat mobil bekas menjadi pilihan konsumen karena harganya yang lebih murah.

Oleh karena itu, manajemen tetap optimis dengan peluang di sektor ini dan percaya bahwa fondasi yang kuat dalam hal sumber daya manusia, proses, dan teknologi akan menjadi penting untuk memastikan pertumbuhan bisnis jangka panjang dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper