Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Kuliner Hangry Pertimbangkan IPO di Bursa Efek Indonesia

Startup kuliner Hangry akan melaksanakan IPO dalam beberapa tahun ke depan.
Pengelola perusahaan rintisan digital atau startup mengoperasikan program pelayanan di sebuah kantor bersama berbasis jaringan internet (Coworking space) Ngalup.Co di Malang, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi atau startup digital setiap tahun untuk mendorong lebih banyak pelaku UMKM terakses digital./ANTARA FOTO-Ari Bowo Sucipto
Pengelola perusahaan rintisan digital atau startup mengoperasikan program pelayanan di sebuah kantor bersama berbasis jaringan internet (Coworking space) Ngalup.Co di Malang, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi atau startup digital setiap tahun untuk mendorong lebih banyak pelaku UMKM terakses digital./ANTARA FOTO-Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA — Hangry, startup kuliner dengan konsep virtual restaurant atau cloud kitchen, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2025 atau 2026.

Co-Founder dan CEO Hangry Abraham Viktor mengatakan, pihaknya pasti akan membuat perusahaan melantai di bursa. Hangry merencanakan akan IPO pada 2025-2026.

“Kami hampir 100 persen pasti akan go public ke depannya. karena kami memiliki nvestor eksternal, dan ingin membawa perusahaan ini menjadi publik,” kata Abraham kepada media setelah menjadi pembicara dalam ICON 2022-What’s Normal Now, di Jakarta, dikutip Sabtu (8/10/2022).

Meski demikian, Abraham mengatakan jelas secara rinci kapan Hangry akan melaksanakan IPO.

Timeline-nya mungkin kira-kira pada 2025-2026. Kalau dari sisi perusahaan tidak ada keinginan pribadi untuk IPO, hanya saja kami memiliki investor eksternal butuh kepastian suatu saat nanti menjadi perusahaan terbuka,” kata Abraham.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abraham menyebut adanya tantangan dalam berbisnis makanan dan minuman dengan konsep cloud kitchen yang berdampak baik bagi usahanya yang sejak awal melihat potensi besar tersebut sejak November 2019.

Selama hampir 3 tahun membangun bisnisnya, dia melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan bisnis ini, bahkan hingga ke kawasan di luar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Papua.

Sementara itu untuk pengembangan bisnisnya, Abraham mulai dari pembangunan platform komunikasi dengan para konsumen melalui aplikasi khusus dan resolusi yang cepat dalam penyelesaian komplain.

Saat ini, Hangry menaungi sejumlah brand seperti Moon Chicken, San Gyu, Dari Pada, Ayam Koplo, Pizza Gang, Accha, dan Wai Thai Food.

Brand Hangry dapat dipesan melalui berbagai platform delivery, mulai dari GoFood, Grab Food, Traveloka Eats, Shopee Food hingga aplikasi resmi Hangry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper