Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petrosea (PTRO) Bakal Rombak Komisaris setelah Dilepas Grup Indika dan Lo Kheng Hong

Petrosea (PTRO) akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Oktober 2022 untuk mengubah jajaran komisaris.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  13:53 WIB
Petrosea (PTRO) Bakal Rombak Komisaris setelah Dilepas Grup Indika dan Lo Kheng Hong
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. PTRO akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Oktober 2022 untuk mengubah jajaran komisaris. - petrosea.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten jasa tambang PT Petrosea Tbk. (PTRO) akan merombak jajaran komisaris seiring dengan perubahan pengendali saham dari Grup Indika dan Lo Lheng Hong, ke konglomerat Haji Romo Nitiyudo Wachjo.

Proses penawaran tender wajib saham PTRO oleh PT Caraka Reksa Optima (CRO) telah berakhir pada 23 September 2022. Kini manajemen fokus untuk menjalankan diversifikasi usaha ke sektor mineral lain.

Melalui proses penawaran tender wajib PT Caraka Reksa Optima kini memegang 905.705.657 saham atau 89,8 persen PTRO. Kemudian investor publik memegang sebanyak 102.899.343 saham atau 10,2 persen.

Sebagai informasi, investor kawakan Lo Kheng Hong yang sebelumnya mengempit saham 15,01 persen saham PTRO, kini mengaku telah melepas seluruh kepemilikannya melalui proses tender offer.

Manajemen PTRO menyampaikan perseroan akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Oktober 2022. Agenda RUPSLB ialah persetujuan atas perubahan anggaran dasar Perseroan sehubungan dengan penyesuaian ketentuan mengenai nama jabatan dan jumlah anggota Dewan Komisaris.

Berikut susunan komisaris dan direksi PTRO saat ini.

Dewan Komisaris

Preisden Komisaris : Romo Nitiyudo Wachjo
Wakil Presiden Komisaris : Hanifa Indradjaya
Komisaris : Djauhar Maulidi S.E., M.B.A.
Komisaris : Marsekal Madya TNI (Purn.) Prof. Ginandjar Kartasasmita
Komisaris : Jenderal Pol (Purn.) Drs. Sutanto
Komisaris Independen : Osman Sitorus
Komisaris Independen : Hasnul Suhaimi
Komisaris Independen : Setia Untung Arimuladi S.H., M.Hum.
Komisaris Independen : Prof. Dr. Supandi, S.H., M.Hum.

Direksi

Presiden Direktur : Romi Novan Indrawan
Wakil Presiden Direktur : Rafael Nitiyudo
Direktur : Aldi Rakhmatillah
Direktur : Pankaj Motilal
Direktur : Ruddy Santoso

Sementara itu, Head of Corporate Secretary Petrosea Anto Broto mengatakan PTRO akan melakukan diversifikasi ke sektor mineral lain melalui penyediaan jasa pertambangan dan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau engineering, procurement, dan construction (EPC) secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Anto mengatakan strategi jangka panjang PTRO adalah melakukan repositioning dari kontraktor tambang menjadi mine owner. Hal ini untuk memperkuat kinerja perusahaan dan memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di masa depan.

“Dalam menjalankan usahanya, Petrosea didukung penuh oleh Haji Romo Nitiyudo Wachjo yang merupakan pemilik dari mayoritas saham salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, PT Nusa Halmahera Minerals dan PT Caraka Reksa Optima yang merupakan pemegang saham utama PT Petrosea Tbk.,” ujar Anto dalam keterangan resmi pada Kamis (29/9/2022).

Anto mengatakan ekspansi bisnis yang dilakukan PTRO kian meningkatkan optimisme perseroan untuk berkembang menjadi sustainable resource company. Salah satu bentuk ekspansi PTRO di sektor batu bara adalah adanya penandatanganan perjanjian jasa pertambangan dengan PT Indo Bara Pratama pada bulan senilai Rp2,89 triliun dan jangka waktu lima tahun pada September 2022.

Kemudian pada sektor emas, PTRO telah mendapatkan kontrak dari PT Santana Rekso Nindhana untuk jasa EPCM di proyek tailing management di tambang emas yang dimiliki oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dengan nilai kontrak Rp 3,6 triliun selama lima tahun pada bulan Juli 2022 lalu. Kontrak ini juga termasuk untuk pembangunan infrastruktur.

“Sampai saat ini, perusahaan terus mempercepat penyelesaian pembangunan tailing infrastructure sehingga ditargetkan dalam waktu dekat dapat memasuki tahap produksi,” jelas Anto.

Pada sektor nikel, PTRO telah menandatangani kontrak dengan PT Cipta Djaya Selaras Mining untuk jasa pertambangan pit-to-port dan pembangunan infrastruktur pertambangan. Adapun nilai kontraknya mencapai Rp1,58 triliun dengan durasi empat tahun.

Proyek ini telah memasuki tahap penyelesaian konstruksi untuk pembangunan jalan dan infrastruktur. PTRO menargetkan proyeks ini dapat berproduksi pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PTRO petrosea tbk komisaris lo kheng hong
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top