Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saat IHSG Digoyang, Cash is King atau Borong Saham Murah?

Tren pelemahan baik di pasar saham maupun obligasi utamanya disebabkan oleh keluarnya dana asing dari pasar modal Indonesia.
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Derasnya capital outflow dan agresivitas Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan suku bunga menjadi sentimen negatif utama yang menekan pasar modal Indonesia. Investor disarankan untuk memperbanyak posisi cash dan beralih ke instrumen berisiko rendah selama volatilitas tersebut terjadi.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (26/9/2022) hingga penutupan sesi pertama perdagangan pada 11.30 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot 1,22 persen ke level 7.090,99.

Sementara itu, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) Indonesia dengan tenor 10 tahun bertengger di level 7,43 persen, melemah dari posisi 7,2 persen jelang pengumuman suku bunga acuan BI pekan lalu.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menjelaskan, tren pelemahan baik di pasar saham maupun obligasi utamanya disebabkan oleh keluarnya dana asing dari pasar modal Indonesia. Hal tersebut seiring dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunganya dengan cukup agresif.

“Keluarnya dana asing membuat para pelaku pasar melihat instrumen pasar uang saat ini cenderung lebih aman,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Senin (26/9/2022).

Sementara itu, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menuturkan pelemahan pasar saham Indonesia didorong oleh aksi profit taking oleh para investor. Menurutnya, saat ini pergerakan IHSG sudah cukup tinggi dah bahkan telah mencetak rekor baru.

Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang masih agresif hingga akhir tahun turut menjadi sentimen penekan pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Hal tersebut akan memicu keluarnya dana asing dari pasar surat utang Indonesia dan masuk kembali ke obligasi AS atau US Treasury.

Ke depannya Rudiyanto mengatakan kenaikan IHSG masih mungkin terjadi hingga akhir tahun ini. Hal tersebut salah satunya ditopang oleh tren pemulihan ekonomi Indonesia yang akan berimbas positif pada laporan keuangan perusahaan di kuartal III/2022.

“Selain itu, potensi dividen yang dibagikan di akhir tahun juga dapat mengerek naik kinerja pasar saham,” jelas Rudiyanto.

Sementara itu, Rudiyanto melihat sentimen penopang pasar obligasi masih minim hingga akhir tahun mendatang. Menurutnya, sentimen positif untuk pasar surat utang Indonesia kemungkinan akan muncul pada pertengahan hingga akhir tahun depan, saat arah suku bunga berubah seiring dengan perekonomian US yang resesi.

Strategi

Seiring dengan hal tersebut, Rudiyanto menyarankan investor untuk melakukan alokasi aset sesuai dengan profil risikonya. Alokasi ini perlu mempertimbangkan jangka waktu dan tujuan investasi masing–masing pemilik dana.

“Turunnya harga juga bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, Andhika mengatakan investor sebaiknya wait and see mengingat tingginya volatilitas pasar dan banyaknya sentimen negatif saat ini. Investor dapat keluar dari aset berisiko rendah dan memperbanyak posisi uang tunai (cash) nya.

Selain itu, investor juga dapat beralih ke instrumen–instrumen berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang.

“Obligasi ritel (ORI) ORI022 yang saat ini sedang ditawarkan oleh pemerintah juga bisa jadi opsi karena imbal hasilnya yang menarik dan risikonya yang rendah,” ujar Andhika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper