Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lippo Cikarang (LPCK) Optimistis Capai Target Penjualan

PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) mengejar target penjualan properti di tengah tantangan naiknya harga BBM dan suku bunga.
Jajaran direksi Lippo Cikarang melakukan public expose kepada publik terkait hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2018, yang menyetujui rights issue senilai US$200 juta./Bisnis-Novita S.Simamora
Jajaran direksi Lippo Cikarang melakukan public expose kepada publik terkait hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2018, yang menyetujui rights issue senilai US$200 juta./Bisnis-Novita S.Simamora

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) tetap optimistis dapat mencapai target penjualan meski adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).

Head of Public Relations Lippo Cikarang Jeffrey Rawis mengatakan LPCK memiliki spektrum produk yang luas mulai dari rumah tapak, ruko komersial, lahan industri hingga pengelolaan air dan lingkungan. Melalui produk-produk tersebut LPCK mengakui menerapkan berbagai strategi pemasaran guna mencapai target penjualan tahun 2022.

Meski demikian, Jeffrey mengakui kenaikan harga BBM dan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor risiko makro yang mempengaruhi kinerja marketing sales. Hal ini lantaran situasi tersebut berpotensi meningkatkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

“Situasi tersebut berpotensi meningkatkan suku bunga KPR yang dapat menyebabkan penurunan keterjangkauan harga properti yang juga dapat berdampak pada penurunan permintaan atau demand,” ujar Jeffrey kepada Bisnis pada Selasa (13/9/2022).

LPCK telah mengantongi uang dari marketing sales atau pra penjualan sebanyak Rp641 miliar pada paruh pertama tahun ini dari target Rp1,45 triliun untuk tahun 2022. Hal ini berarti LPCK telah mencapai 45 persen marketing sales dari target.

Jeffrey menyebut paruh kedua tahun umumnya merupakan momen terkuat daripada industri properti. Namun, dengan adanya potensi peningkatan inflasi bisnis properti berpotensi menghadapi tantangan lebih besar.

“Kami akan mengoptimalkan berbagai strategi penjualan dan product mix untuk tetap dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar Jeffrey.

Sepanjang semester I/2022, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp765 miliar, meningkat 16,9 persen yoy dari Rp655 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pendapatan hunian rumah tapak sebesar Rp394 miliar, dua kali lipat dari pencapaian semester I/2021 sebesar Rp189 miliar.

Laba kotor LPCK untuk periode semester I/2022 meningkat 29,8 persen yoy menjadi Rp383 miliar dari Rp295 miliar pada semester I/2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper