Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adaro (ADRO) Targetkan Smelter Aluminium Beroperasi Kuartal I/2025

Adaro (ADRO) menjajaki ekonomi hijau dengan pembangunan smelter aluminium di kawasan industri Kalimantan Utara.
Tangkapan layar - Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia. Adaro (ADRO) menjajaki ekonomi hijau dengan pembangunan smelter aluminium di kawasan industri Kalimantan Utara. JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Tangkapan layar - Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia. Adaro (ADRO) menjajaki ekonomi hijau dengan pembangunan smelter aluminium di kawasan industri Kalimantan Utara. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) menargetkan fase pertama smelter aluminium di Kalimantan Utara beroperasi pada kuartal I/2025 dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

Adaro berupaya untuk menangkap peluang pada sektor green economics atau ekonomi hijau. Adapun beberapa langkah telah disiapkan untuk menangkap peluang tersebut.

Corporate Secretary Adaro Energy Indonesia Mahardika Putranto mengatakan ADRO saat ini berada di posisi yang tepat untuk menangkap peluang tersebut. Ditambah lagi ADRO juga memiliki kemampuan guna memuluskan rencana mereka.

Mahardika menyebut ADRO memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengembangkan dan mengoperasikan proyek besar. Hal ini juga ditambah dengan pemegang saham dan tim manajemen ADRO yang dinilai sudah sangat berpengalaman.

“Kami bersyukur sekali bahwa kami memiliki neraca dan kemampuan keuangan yang kuat yang didukung juga oleh pengalaman dan pengetahuan di sektor pertambangan di Indonesia,” ujar Mahardika dalam paparan Public Expose 2022 pada Senin (12/9/2022).

Langkah pertama yang dilakukan untuk menjajaki ekonomi hijau adalah dengan pembangunan smelter aluminium di Kawasan Industri Kalimantan Utara. Smelter tersebut memiliki potensi produksi hingga 1,5 juta ton per tahun.

Fase pertama ini diperkirakan akan mulai operasi komersial pada kuartal pertama 2025. ADRO juga berencana untuk membangun smelter dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

“Fase kedua juga kurang lebih akan sama dengan fase pertama [kapasitas 500.000 ton] dan untuk fase ketiga nanti rencananya akan menggunakan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air),” jelas Mahardika.

Kemudian ADRO juga telah mengoptimalkan sumber listrik dari energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kaptif. Optimalisasi tersebut dilakukan melalui fasilitas coal processing dan pemuatan tongkang di PLTS Kelanis, Kalimantan Tengah.

ADRO kemudian telah memasang sekitar 130 kilowatt pick (kWp) solar PV atap dan 468 kWp solar PV apung atau floating slot PV. Mahardika kemudian menyebut PV Apung ADRO merupakan salah satu floating slot terbesar di Indonesia.

“Saat ini tenaga dari PLTS digunakan untuk mendukung kegiatan operasional kami dengan adanya PLTS ini kami berhasil menggantikan 33.000 liter diesel per tahun ya dan mengurangi emisi CO2 sebanyak kurang lebih 98 ton per tahun,” ujar Mahardika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper