Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waran Terstruktur BRI, Unilever, Adaro Siap Meluncur, Ini Kodenya

Waran terstruktur BBRI, UNVR, ADRO diterbitkan oleh RHB Sekuritas Indonesia dan akan dicatatkan pada papan perdagangan BEI pada tanggal 19 September 2022.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (26/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (26/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan kode tiga waran terstruktur (structured warrant) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Berdasarkan keterbukaan informasi pada laman BEI pada Minggu (11/9/2022) , ketiga waran terstruktur tersebut diterbitkan oleh RHB Sekuritas Indonesia dan akan dicatatkan pada papan perdagangan BEI pada tanggal 19 September 2022.

Produk waran terstruktur BBRI akan dicatatkan dengan menggunakan kode BBRIDRCM3A, sementara kode UNVRDRCM3A akan digunakan untuk produk milik UNVR. Selanjutnya, waran terstruktur ADRO akan dicatatkan dengan kode kode ADRODRCM3A.

“Dengan ini diumumkan bahwa apabila seluruh syarat Pencatatan Waran Terstruktur sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-P tentang Pencatatan Waran Terstruktur Di Bursa telah dipenuhi oleh PT RHB Sekuritas Indonesia, maka pencatatan Waran Terstruktur akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 September 2022,” demikian kutipan keterbukaan informasi tersebut.

Adapun, produk waran terstruktur telah resmi dirilis pada awal Agustus lalu sebagai salah satu bentuk pendalaman pasar modal Indonesia.

Sebelumnya, Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Budi Frensidy menuturkan, diluncurkannya waran terstruktur diharapkan dapat semakin menyemarakkan pasar modal Indonesia.

Ia mengatakan, kehadiran penyedia likuiditas atau liquidity provider pada instrumen ini diharapkan membuat waran terstruktur semakin dikenal dan aktif diperdagangkan ke depannya

“Walaupun untuk benar-benar ramai dan maju seperti di negara maju masih memerlukan waktu,” katanya.

Di sisi lain, Budi juga mengingatkan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang komprehensif, terutama ke pelaku pasar. Ia mengatakan, investor wajib memahami struktur, kelebihan, dan risiko dari produk ini agar dapat masuk dengan optimal.

“Pelakunya harus paham plus-minus instrumen ini, bukan hanya sekedar ikut-ikutan trading tanpa mengerti fundamentalnya,” katanya.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menuturkan, kehadiran waran berstruktur memang akan menyemarakan produk-produk investasi yang sudah ada. Meski demikian, BEI, anggota bursa, dan pihak terkait juga perlu meningkatkan upaya edukasi kepada para calon investor.

“Yang menjadi pekerjaan rumah untuk para pemangku kepentingan terkait adalah strategi penawaran produk dan juga edukasi kepada masyarakat terkait profil, risiko, dan potensi returnnya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper