Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Besok Pemerintah Targetkan Lelang SUN Rp19 Triliun, Pasar Obligasi Masih Menarik

Infovesta menilai pasar obligasi masih menarik meskipun kondisi fluktuatif karena sentimen internal dan eksternal.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  19:35 WIB
Besok Pemerintah Targetkan Lelang SUN Rp19 Triliun, Pasar Obligasi Masih Menarik
Infovesta menilai pasar obligasi masih menarik meskipun kondisi fluktuatif karena sentimen internal dan eksternal.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Infovesta Utama menilai pasar obligasi masih menarik hingga saat ini karena dinilai defisit fiskal APBN di tahun 2022 masih terjaga. Adapun, pemerintah besok, Selasa (30/8/2022), melaksanakan lelang SUN dengan target indikatif sebesar Rp19 triliun.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melaporkan akan melaksanakan lelang Surat Utang Negara (SUN) besok untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2022.

Mengutip laporan mingguan Infovesta, Senin (29/8/2022), Infovesta menjelaskan bahwa pasar obligasi saat ini masih bergerak fluktuatif akibat beberapa sentimen yang ada baik dari domestik maupun global.

“Namun, pasar melihat investasi di pasar obligasi saat ini masih cukup menarik di mana masih terjaganya defisit fiskal APBN di tahun 2022 pada target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4,5%, seiring dengan peningkatan penerimaan pajak,” papar Infovesta dalam laporan mingguan, Senin (29/8/2022).

Infovesta mengungkapkan bahwa yield SUN masih bergerak atraktif di sekitaran 6,7 persen - 7,1 persen.

Meski demikian, laporan tersebut juga mengungkapkan sentimen yang menyebabkan pasar obligasi masih fluktuatif dari dalam negeri diantaranya rencana pemerintah Indonesia mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat peningkatan harga energi global sehingga berpotensi menggerek peningkatan inflasi inti dan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Sementara itu, sentimen negatif global datang dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang diperkirakan akan terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu untuk meredam inflasi negaranya. Di mana keputusan tersebut dinilai berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Infovesta kemudian juga mengingatkan investor untuk mewaspadai kenaikan Credit Default Swap (CDS) dalam sepekan terakhir akibat kenaikan suku bunga yang mendorong penyesuaian tingkat imbal hasil obligasi yang diinginkan investor.

Sebagai informasi, besok, Selasa (30/8/2022), DJPPR Kementerian Keuangan akan menawarkan tujuh seri SUN yaitu SPN03221130 (new issuance), SPN12230526 (reopening), FR0095 (reopening), FR0096 (reopening), FR0093 (reopening), FR0097 (reopening), dan FR0089 (reopening).

Adapun target indikatif dari lelang SUN 30 Agustus 2022 ditetapkan senilai Rp19 triliun dan target maksimal senilai Rp28,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Obligasi Pemerintah lelang lelang sun
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top