Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba XL Axiata (EXCL) Turun, RHB Sekuritas Patok Saham di Rp3.300

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) EXCL membukukan peningkatan pendapatan sepanjang semester I/2022, tetapi dengan laba yang menurun.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 25 Agustus 2022  |  12:30 WIB
Laba XL Axiata (EXCL) Turun, RHB Sekuritas Patok Saham di Rp3.300
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) baru saja melaporkan kinerja keuangan sepanjang semester I/2022. EXCL membukukan peningkatan pendapatan sepanjang semester I/2022, tetapi, dengan laba bersih yang turun.

Analis RHB Sekuritas Michael Wilson Setjoadi menjelaskan, kinerja EXCL Axiata selama semester I/2022 terdorong akibat pengaruh Lebaran. Dia menjelaskan, laba bersih EXCL yang lebih tinggi tahun lalu disebabkan oleh penjualan aset, yang semester ini tidak dilakukan oleh EXCL.

Sebagaimana diketahui, sepanjang enam bulan pertama 2022, pendapatan EXCL tercatat naik 8,48 persen. EXCL membukukan pendapatan sebesar Rp14,07 triliun, naik dari Rp12,9 triliun dibandingkan semester I/2021.

Akan tetapi, laba bersih EXCL turun menjadi Rp614,9 miliar di semester I/2022, dari Rp715,9 miliar, atau turun 14,11 persen secara tahunan.

Michael melanjutkan, dari sisi average revenue per user (ARPU), EXCL mencatatkan peningkatan di segmen pre-paid. Menurutnya, peningkatan ARPU di segmen prabayar ini mendorong margin EBITDA dan pendapatan dari EXCL.

Sebagai informasi, total jumlah pelanggan XL Axiata meningkat menjadi 57,23 juta, dengan jumlah pelanggan layanan prabayar sebanyak 55,8 juta. ARPU campuran tercatat sebesar Rp39.000, meningkat dari Rp36.000 di kuartal sebelumnya.

Hingga akhir tahun, Michael melihat ARPU EXCL masih dapat bertumbuh, akibat dari kenaikan paket data pada bulan Juli.

“Jadi harusnya ARPU masih bisa naik. Kalau ARPU naik akibat hasil kenaikan paket data, pertumbuhan kinerja secara tahunan di kuartal II/2022 bisa terakselerasi di kuartal III dan kuartal IV/2022,” kata Michael kepada Bisnis, Rabu (24/8/2022).

RHB Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham EXCL, dengan target harga atau target price (TP) di level Rp3.300 per saham. Meski demikian, menurut Michael risiko investasi di saham EXCL salah satunya datang dari kompetisi harga.

“Karena kalau kompetisi berlanjut, berarti dalam satu setengah tahun ke depan atau satu tahun, EXCL perlu mencari sumber pendanaan untuk belanja modalnya lagi untuk tetap kompetitif,” ujarnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham xl axiata excl telekomunikasi
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top