Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih XL Axiata Semester I/2022 Turun, Simak Prospek Saham EXCL

Kinerja XL Axiata EXCL akan terdorong oleh fixed mobile convergence (FMC) yang solid hingga akhir tahun ini.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 Agustus 2022  |  19:15 WIB
Laba Bersih XL Axiata Semester I/2022 Turun, Simak Prospek Saham EXCL
CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini. Kinerja XL Axiata EXCL akan terdorong oleh fixed mobile convergence (FMC) yang solid hingga akhir tahun ini. - XL Axiata
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) baru saja melaporkan kinerja keuangan sepanjang semester I/2022. EXCL membukukan peningkatan pendapatan sepanjang semester I/2022, tetapi, dengan laba bersih yang turun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menilai, meski laba bersih EXCL secara semester turun, tetapi hasil yang lebih baik didapatkan dari kinerja secara kuartalan.

"Hasil kinerja EXCL di kuartal II/2022 bagus sekali," kata Niko, dihubungi Rabu (24/8/2022).

Sebagai informasi, pendapatan EXCL meningkat 9 persen lebih tinggi dari periode yang sama dari kuartal sebelumnya (QoQ) dan juga daripada tahun sebelumnya (YoY).

EBITDA EXCL juga meningkat, yaitu sebesar 12 persen QoQ menjadi Rp3,56 triliun dan 4 persen YoY menjadi Rp6,73 triliun. Laba bersih EXCL juga tercatat meningkat menjadi Rp476 miliar selama kuartal II/2022.

Menurut Niko, kinerja EXCL akan terdorong oleh fixed mobile convergence (FMC) yang solid hingga akhir tahun ini. Penguatan di FMC ini diperkirakan Niko akan berlanjut hingga tahun depan.

Sementara itu, untuk akuisisi PT Link Net Tbk. (LINK) yang dilakukan oleh EXCL, Niko melihat dampak dari akuisisi ini baru akan terasa pada 2023, atau paling cepat di kuartal IV/2022.

Dengan hasil kinerja di kuartal II/2022 dan sederet aksi korporasi yang dilakukan EXCL, Niko mempertahankan rekomendasi buy untuk saham EXCL, dengan target harga atau target price (TP) Rp4.250 per saham.

Adapun sepanjang enam bulan pertama 2022, pendapatan EXCL tercatat naik 8,48 persen. EXCL membukukan pendapatan sebesar Rp14,07 triliun, naik dari Rp12,9 triliun dibandingkan semester I/2021.

Akan tetapi, laba bersih EXCL turun menjadi Rp614,9 miliar di semester I/2022, dari Rp715,9 miliar, atau turun 14,11 persen secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham Kinerja Emiten xl axiata excl
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top