Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paling Mentereng di Asia, Rupiah Ditutup Rp14.668 per Dolar AS

Rupiah berakhir dengan penguatan paling tinggi di kasawan Asia pada hari ini.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  16:03 WIB
Paling Mentereng di Asia, Rupiah Ditutup Rp14.668 per Dolar AS
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada Jumat (11/8/2022). Pada saat yang sama, mata uang lain di kawasan Asia ditutup bervariasi.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.00, rupiah ditutup menguat 0,66 persen atau naik 97,5 poin sehingga berada di posisi Rp14.668 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,25 persen atau 0,26 poin ke level 105,35.

Sejumlah mata uang lain di kawasan Asia terpantau lesu yakni, peso Filipina terpantau melemah 0,59 persen, yen Jepang melemah 0,18 persen, baht Thailand melemah 0,26 persen, dolar Taiwan melemah 0,12 persen, rupee India melemah 0,08 persen, dan dolar Singapura melemah 0,07 persen.

Sementara itu, yuan Cina menguat 0,14, dolar Hong Kong menguat 0,11 persen, won Korea Selatan menguat 0,06 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,02 persen.

Data ekonomi dalam negeri pun cenderung positif. Anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN mencatatkan surplus selama tujuh bulan berturut-turut pada tahun ini, dengan catatan surplus Rp106,1 triliun per Juli 2022. Kinerja teranyar itu setara surplus 0,57 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa surplus APBN per Juli 2022 mencapai Rp106,1 triliun, tumbuh dari posisi Juni 2022 yang surplus Rp73,6 triliun (0,39 persen terhadap produk domestik bruto/PDB). Selain itu, kondisi Juli 2022 berbalik positif dari catatan Juli 2021 yang defisit Rp336,9 triliun (2,04 persen terhadap PDB).

Adapun laju rupiah tampak perkasa sejak kemarin, saat mata uang Garuda ini terapresiasi 0,7 persen pada perdagangan Kamis (11/8/2022) menjadi Rp14.765 per dolar, didorong oleh depresiasi greenback setelah angka inflasi AS meleset dari perkiraan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi negara itu pada Juli di level 8,5 persen year-on-year, lebih lambat dari bulan sebelumnya yang mencapai 9,1 persen YoY.

Laju inflasi yang melambat menimbulkan ekspektasi The Fed akan kurang agresif dalam menaikkan suku bunga seperti diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, resesi ekonomi di Negeri Paman Sam kemungkinan tidak akan berkepanjangan. Permintaan dolar pun melemah.

Rupiah kini memperpanjang pemulihannya setelah terjerembap ke Rp15.038 per dolar AS bulan lalu, level terendah dalam 2 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah nilai tukar rupiah dolar as
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top