Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 5 Agustus 2022

Pergerakan rupiah hari ini diprediksi akan berfluktuatif dan kembali ditutup melemah di rentang Rp14.920 - Rp14.970 per dolar AS.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  15:30 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 5 Agustus 2022
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer, Jakarta, Sabtu (30/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah diprediksi melanjutkan pelemahan pada akhir pekan, Jumat (5/8/2022) di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II/2022.

Kemarin (4/8/2022), mata uang Garuda Berdasarkan data ditutup melemah 0,14 persen atau 21,00 poin sehingga parkir di posisi Rp14.933,00 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam dalam riset harian mengatakan dari sentimen domestik, pelaku pasar terus memantau perkembangan utang Indonesia yang terus mengalami kenaikan meski pemerintah memastikan utang negara sebesar Rp7.123 triliun berada dalam batas aman dan wajar.

“Adapun utang pemerintah didominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi sebesar 88,46 persen. Hingga akhir Juni 2022, penerbitan SBN yang tercatat sebesar Rp.6.301,88 triliun. Penerbitan ini juga terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing," tulis Ibrahim dalam riset harian dikutip, Jumat (5/8/2022).

Ibrahim melanjutkan, berdasarkan mata uang, utang pemerintah didominasi oleh mata uang domestik (rupiah), yaitu 70,29 persen. Selain itu, saat ini kepemilikan oleh investor asing terus menurun sejak tahun 2019 yang mencapai 38,57 persen, hingga akhir tahun 2021 yang mencapai 19,05 persen, dan per 5 Juli 2022 mencapai 15,89 persen.

“Walaupun pemerintah memberikan sinyal aman terhadap utang pemerintah namun pelaku pasar sedikit goyah, karena kondisi pasar global yang terus tertekan akibat resesi teknikal di beberapa benua salah satunya AS dan Eropa serta ketegangan China dan Taiwan akibat kedatangan Pelosi,” jelasnya.

Berdasarkan sentimen di atas, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berfluktuatif dan kembali ditutup melemah di rentang Rp14.920 - Rp14.970 per dolar AS.

15:07 WIB

Yes! Rupiah ditutup perkasa Rp14.894

Rupiah menutup akhir pekan dengan menguat 0,26 persen atau 38,50 poin ke Rp14.894 per dolar AS.

Adapun indeks dolar AS terpantau menguat 0,27 persen atau 0,29 poin ke 105,98. 

14:47 WIB

Jelang penutupan, IHSG ijo royo-royo

IHSG menguat 0,19 persen atau 13,30 poin ke 7.070,64 mejelang penutupan perdagangan. 

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 7.045,98-7.090,76. 

14:45 WIB

Jelang penutupan, rupiah perkasa

Menjelang penutupan, rupiah masih melaju positif dengan penguatan 0,23 persen atau 34 poin ke Rp14.898,50 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia juga tampak kuat. 

14:01 WIB

Rupiah bertenaga di Rp14.905

Rupiah menguat 0,18 persen atau 27,50 poin ke Rp14.905 per dolar AS pada 13.53 WIB.

Adapun indeks dolar AS terpantau menguat 0,20 persen atau 0,21 poin ke 105,90. 

11:45 WIB

Rupiah menguat di Rp14.898

Rupiah masih menguat 0,23 persen atau 34 poin ke Rp14.898,50 per dolar AS pada 11.42 WIB. 

Adapun indeks dolar AS menguat 0,16 persen atau 0,17 poin ke 105,86. 

10:40 WIB

Rupiah perkasa di Rp14.902

Rupiah tampak perkasa dengan penguatan 0,20 persen atau 30 poin ke Rp14.902,50 per dolar AS pada 10.33 WIB.

Adapun indeks dolar AS juga menguat 0,17 persen atau 0,18 poin ke 105,87. 

09:25 WIB

Rupiah menguat di Rp14.903

Sesaat setelah pasar dibuka rupiah sempat sejenak mampir ke zona merah.

Namun nilai tukar rupiah berbalik arah menguat 0,19 persen atau 29 poin sehingga parkir di posisi Rp14.903,50 per dolar AS pada 09.04 WIB


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Rupiah nilai tukar rupiah dolar as
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top