Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WSBP Incar Kontrak Baru Rp3,5 Triliun pada 2022, Total Rp6,8 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan nilai kontrak baru (NKB) Rp3,5 triliun pada 2022.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  11:18 WIB
WSBP Incar Kontrak Baru Rp3,5 Triliun pada 2022, Total Rp6,8 Triliun
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP). WSBP menargetkan nilai kontrak baru (NKB) Rp3,5 triliun pada 2022. - Dok.WSBP.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas anak BUMN, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan nilai kontrak baru (NKB) Rp3,5 triliun pada 2022, naik 30 persen dari realisasi 2021 sebesar Rp2,7 triliun.

FX Poerbayu Ratsunu, President Director Waskita Beton Precast, menyampaikan WSBP terus melakukan pembenahan dalam berbagai sisi bisnis pasca pencapaian homologasi PKPU. Adanya angin segar pasca homologasi ini membuka jalan bagi WSBP untuk memulihkan kinerja dan bertumbuh.

“WSBP optimistis perolehan Nilai Kontrak Baru dapat tumbuh hingga 30 persen di tahun 2022," katanya dalam siaran pers, Jumat (5/8/2022).

Tahun ini, WSBP menargetkan Nilai Kontrak Baru (NKB) Tahun 2022 sebesar Rp 3,5 triliun, meningkat 30 persen dibandingkan pencapaian 2021 sebesar Rp 2,7 triliun.

Optimisme perolehan target NKB ini berasal dari prospek proyek eksternal sebesar 35 persen yaitu BUMN/BUMD (36 persen), swasta (51 persen), pemerintah (12 persen), dan luar negeri (1 persen) dan proyek internal sebesar 65 persen.

Untuk mendukung target tersebut, WSBP memiliki produk-produk beton precast yang dapat diaplikasikan pada berbagai proyek infrastruktur maupun bangunan.

“Kami optimis dapat menangkap peluang pasar eksternal dari swasta, BUMN dan anak usahanya, seperti pembangunan infrastruktur dan ibu kota negara baru. Selain itu kami juga meningkatkan partisipasi pada proyek pemerintah,” tambahnya.

Fokus manajemen pada pasar eksternal yang sejalan dengan strategi dalam peningkatan eksposur WSBP ke pelanggan eksternal yang telah dicanangkan, membuahkan hasil yang manis. Tergambar dengan adanya permintaan yang tinggi terhadap produk-produk WSBP, tercatat pada tahun 2021 WSBP memiliki jumlah pelanggan eksternal sebesar 163 pihak.

WSBP mengalami kenaikan pelanggan eksternal sebesar 50 persen, di mana sebagian besar berasal dari pasar retail.
Pada 2022, manajemen optimistis dapat terus meningkatkan hingga dua kali lipat.

Selain mengincar proyek dari pasar eksternal, optimisme WSBP juga tercipta dari potensi pasar yang semakin besar dari proyek-proyek internal Grup Waskita. WSBP siap menangkap peluang pada proyek pengembangan jalan tol yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT).

WSBP juga akan berpartisipasi maksimal pada ragam jenis proyek infrastruktur lainnya yang dikerjakan Grup Waskita seperti proyek bendungan, tower transmisi, hingga jalur kereta. Potensi pasar dari internal Grup Waskita tahun ini sangat besar, khususnya untuk proyek-proyek jalan tol yang saat ini berkembang pesat di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dengan ditargetkannya NKB tersebut ditambah kontrak carry over dari tahun 2021 sebesar Rp 3,3 triliun, maka WSBP memperkirakan total nilai kontrak pada 2022 mencapai Rp6,8 triliun. Nilai tersebut nantinya akan menjadi potensi pendapatan usaha WSBP.

Untuk mencapai target tersebut, WSBP akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan. Seperti yang diketahui, saat ini WSBP memiliki 9 plant di Provinsi Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan total kapasitas produksi mencapai 3,7 juta ton/tahun.

Selain itu, Waskita Beton Precast juga memiliki 31 batching plant untuk produk readymix yang terletak di berbagai penjuru wilayah di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN WSBP Kinerja Emiten waskita beton precast waskita karya kontrak baru
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top