Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Bitcoin Dkk Tetap Menanjak Meski Suku Bunga The Fed Mengadang

Harga bitcoin dan sejumlah aset di pasar kripto meningkat pasca The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  10:15 WIB
Harga Bitcoin Dkk Tetap Menanjak Meski Suku Bunga The Fed Mengadang
Harga bitcoin dan sejumlah aset di pasar kripto meningkat pasca The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan. - Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Harga bitcoin menguat pada perdagangan hari ini, seiring dengan keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps).

Mengutip data CoinMarketCap, Rabu (27/7/2022) harga bitcoin meningkat 7, 32 persen menjadi US$22.772.

Di sisi lain, harga sejumlah altcoin terpantau bervariasi, antaralain ethereum (ETH) naik 12,09 persen menjadi US$1.612,72 solana (SOL) menguat 8,95 persen ke level US$39,23, dan binance (BNB) juga naik 6,31 persen ke posisi US$267,71.

Mengutip CoinDesk, Trader Blofin Griffin Ardern memperkirakan harga bitcoin meningkat setelah The Fed menaikkan suku bunga, dan berpotensi kembali turun setelahnya.

“Mengingat tingkat risiko keseluruhan pasar kripto belum kembali ke tingkat yang wajar, sangat mungkin harga bitcoin akan turun lebih dari 10 persen setelah kenaikan suku bunga Fed,” kata Ardern, dikutip Kamis, (28/7/2022).

Sementara itu, CEO TDX Strategie Dick Lo menegaskan, pasar kripto dapat mengalami reli setelah The Fed menaikkan suku bunga.

“Setelah itu kami memperkirakan pasar akan diperdagangkan sideways,” ucapnya.

Dari sisi perdagangan kripto dalam negeri, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto masih diselimuti bayang-bayang sentimen makroekonomi yang kuat.

“Investor tampaknya sudah priced in dengan kondisi makroekonomi dan memprediksi The Fed mungkin akan mengerek suku bunga 75 basis poin. Tapi, data historis menunjukkan harga kripto bisa tersungkur atas respons kenaikan tersebut,” ujar Afid dalam keterangannya, dikutip Kamis (28/7/2022).

Dari sisi analisis teknikal, bitcoin mengalami penolakan pada titik resistensi US$23.300. Pergerakan selama tiga hari terakhir mengindikasikan sinyal pelemahan bitcoin.

“Sentimen di market kripto sebenarnya semakin mencekam. Pelemahan market dengan aksi wait and see membuat investor lebih memilih melepaskan aset kripto untuk sementara waktu dan masuk ke instrumen yang lebih aman, seperti uang fiat,” tutup Afid. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin aset kripto mata uang kripto
Editor : Pandu Gumilar

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top