Bisnis.com, JAKARTA — Emiten afiliasi Garibaldi 'Boy' Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencetak penurunan kinerja sepanjang Semester I/2025. ADRO membukukan laba bersih US$174,94 juta atau setara Rp2,83 triliun (kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS 30 Juni 2025).
Mengutip laporan keuangan per 30 Juni 2025, ADRO membukukan pendapatan usaha sebesar US$857,69 juta atau setara Rp13,92 triliun. Pendapatan ini turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 18,6% atau sebesar US$1,05 miliar.
Pendapatan ADRO ini tercatat dikontribusi oleh penjualan ke pihak ketiga sebesar US$234,11 juta, dan jasa pertambangan sebesar US$393,79 juta.
Turunnya pendapatan ADRO juga turut membuat beban pokok pendapatan ADRO sepanjang semester I/2025 turun 3,57% YoY menjadi US$573,42 juta, dari sebelumnya per akhir Juni 2024 sebesar US$594,63 juta.
Meski beban pokok pendapatan tersebut turun, akan tetapi laba bruto ADRO tercatat ambles hingga 38,08% YoY. Laba bruto ADRO pada paruh pertama 2025 tercatat menjadi US$284,27 juta, dari US$459,07 juta pada semester I/2024.
Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ADRO tergerus hingga 77,54% menjadi US$174,94 juta atau setara Rp2,83 triliun pada semester I/2025. Laba bersih ini turun secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$778,77 juta atau setara Rp12,64 triliun.
Baca Juga
Sampai akhir Juni 2025, total aset ADRO tercatat turun menjadi US$6,40 miliar, dari sebelumnya sebesar US$6,70 miliar pada akhir Desember 2024.
Meski begitu, total liabilitas ADRO tercatat naik menjadi US$1,41 miliar pada akhir semester I/2025, dari US$1,33 miliar pada akhir 2024.
Sementara itu, total ekuitas ADRO turun menjadi US$4,98 miliar pada akhir Juni 2025, dari US$5,37 miliar pada akhir Desember 2024.
Di lantai Bursa, saham ADRO terpantau turun 0,85% atau 15 poin ke level Rp1.755 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025). Dalam sebulan terakhir, saham ADRO telah terkoreksi 5,14% dan sepanjang tahun berjalan 2025, saham ADRO telah ambles 30,63%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.