Bisnis.com, JAKARTA – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) mencatatkan kinerja keuangan yang solid dalam semester I/2025. Laba bersih perseroan meroket lebih dari 1.000% seiring peningkatan penjualan.
Berdasarkan laporan keuangan, NSSS dalam periode Januari-Juni 2025 membukukan penjualan sebesar Rp946,62 miliar, tumbuh 66,20% year on year (YoY) dari Rp569,57 miliar pada periode sebelumnya.
Bila dibedah, dua segmen penjualan perseroan melesat tajam. Penjualan crude palm oil (CPO) tumbuh 57,94% YoY dari Rp511,31 miliar menjadi Rp807,54 miliar. Sedangkan penjualan palm kernel (PK) atau inti sawit berkontribusi sebesar Rp139,07 miliar, melesat 138,73% YoY dari Rp58,26 miliar.
Ditinjau dari pelanggan paling besar dengan share lebih dari 10%, penjualan ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) tumbuh 31,20% dari Rp387,53 miliar menjadi Rp508,43 miliar.
Urutan kedua, penjualan kepada PT Karyaindah Alam Sejatera melesat 148,03% YoY dari Rp77,40 miliar menjadi Rp191,98 miliar.
Urutan ketiga, ada PT Bina Karya Prima yang berkontribusi sebesar Rp107,11 miliar dari total penjualan NSSS. Pada semester I/2024, penjualan ke PT Bina Karya Prima belum termasuk yang melebihi 10% share dari total penjualan perseroan.
Baca Juga
Sementara itu, beban pokok penjualan hanya naik 3,05% YoY dari Rp426,75 miliar menjadi Rp946,62 miliar. Alhasil, laba bruto perusahaan melonjak signifikan sebesar 254,90% YoY dari Rp142,82 miliar menjadi Rp506,87 miliar.
Kinerja yang solid dari sisi top line tersebut membuat NSSS mengeruk cuan besar. Tercatat, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih pada semester I/2025 ini tumbuh 1.322,61%.
Pada Januari-Juni 2024, Nusantara Sawit Sejahtera membukukan laba bersih Rp22,09 miliar, dan untuk periode yang sama di tahun ini melesat menjadi Rp314,26 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, NSSS mencatatkan pertumbuhan ekuitas sebesar 54,67% YoY dari Rp1,08 triliun menjadi Rp1,68 triliun. Sebaliknya, liabilitas perusahaan turun 15,75% YoY dari Rp2,61 triliun menjadi Rp2,20 triliun.
Dengan demikian, aset perusahaan tercatat sebesar Rp3,88 triliun, atau tumbuh 4,90% YoY dari Rp3,69 triliun pada periode yang sama di 2024.
Fundamental yang solid perseroan juga mendongkrak kinerjanya di pasar saham. NSSS pada penutupan perdagangan terakhir naik 1,42% ke 428 per saham, atau melesat 55,07% sejak awal tahun.
NSSS juga menjadi salah satu saham yang berkontribusi menarik aliran dana asing masuk pasar saham. Sejak awal tahun, NSSS mencatat net buy asing sebesar Rp1,03 triliun, dengan rincian di pasar reguler sebesar Rp33 miliar dan melalui penjualan tunai dan nego sebesar Rp993 miliar.
-----------------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.