Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PGN (PGAS) Cetak Laba Bersih Rp2,34 Triliun Semester I/2025, Turun 22%

PGN (PGAS) mencatat laba bersih Rp2,34 triliun semester I/2025, turun 22,6% YoY, meski pendapatan naik 5,37% menjadi US$1,93 miliar.
Jajaran dewan komisaris dan direksi baru PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (27/8/2025)./PGN
Jajaran dewan komisaris dan direksi baru PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (27/8/2025)./PGN
Ringkasan Berita
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) mencatat laba bersih Rp2,34 triliun pada semester I/2025, turun 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Pendapatan PGAS meningkat 5,37% YoY menjadi US$1,93 miliar, dengan kontribusi terbesar dari niaga gas bumi kepada pihak ketiga dan berelasi.
  • Total aset PGAS stagnan di US$6,41 miliar, sementara liabilitas naik 7,55% YoY menjadi US$2,95 miliar per akhir Juni 2025.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mencatat laba bersih sebesar US$144,42 juta atau setara Rp2,34 triliun (kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS 30 Juni 2025) sepanjang semester I/2025. Torehan laba bersih itu turun 22,6% YoY dari posisi yang sama tahun sebelumnya di level US$186,60 juta.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, PGN membukukan pendapatan sebesar US$1,93 miliar atau naik 5,37% year-on-year (YoY) dibandingkan posisi periode yang sama tahun sebelumnya di level US$1,83 miliar.

Pendapatan itu berasal dari transaksi dengan pihak berelasi dan pihak ketiga dengan kontribusi masing-masing sebesar US$669,40 juta miliar dan US$1,26 miliar.

Adapun, sebagian besar pendapatan berasal dari niaga gas bumi pihak ketiga dan penjualan niaga gas bumi pihak berelasi dengan nilai masing-masing US$990,05 juta dan US$358,03 juta.

Pendapatan niaga gas bumi ini mayoritas berasal dari pelanggan industri dan komersial dengan nilai mencapai US$1,32 miliar. Adapun, segmen pelanggan rumah tangga dan SPBG masing-masing mencatatkan nilai US$24,74 juta dan US$1,99 juta.

Seiring naiknya pendapatan, beban pokok perseroan pada semester I/2025 juga tercatat naik 13,02% YoY menjadi US$1,61 miliar dibandingkan akhir Juni 2024 yang sebesar US$1,43 miliar.

Meski begitu, setelah dikurangi beban pokok pendapatan, PGAS mencatatkan laba bruto sebesar US$319,61 juta, turun 21,51% YoY dari posisi semester I/2025 di angka US$407,22 juta.

Alhasil, sepanjang Januari-Juni 2025, PGAS mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$144,42 juta atau setara Rp2,34 triliun. Laba bersih tersebut turun 22,6% YoY dibandingkan torehan semester I/2024 yang tercatat sebesar US$186,60 juta atau setara Rp3,02 triliun. Laba bersih per saham juga turun dari US$0,008 menjadi US$0,006.

Dari sisi neraca keuangan, PGAS membukukan total aset US$6,41 miliar atau stagnan dibandingkan posisi Desember 2024 senilai US$6,41 miliar. Sementara itu, total liabilitas terpantau naik 7,55% YoY ke angka US$2,95 miliar per akhir Juni 2025.

Di sisi lain, ekuitas perseroan sepanjang semester I/2025 tercatat turun menjadi US$3,46 miliar dari sebelumnya pada akhir Desember 2024 sebesar US$3,67 miliar.

Adapun, posisi kas dan setara kas akhir periode akhir Juni 2025 berada di angka US$1,51 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2024 senilai US$997,31 juta.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro