Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mencatat laba bersih sebesar US$144,42 juta atau setara Rp2,34 triliun (kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS 30 Juni 2025) sepanjang semester I/2025. Torehan laba bersih itu turun 22,6% YoY dari posisi yang sama tahun sebelumnya di level US$186,60 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, PGN membukukan pendapatan sebesar US$1,93 miliar atau naik 5,37% year-on-year (YoY) dibandingkan posisi periode yang sama tahun sebelumnya di level US$1,83 miliar.
Pendapatan itu berasal dari transaksi dengan pihak berelasi dan pihak ketiga dengan kontribusi masing-masing sebesar US$669,40 juta miliar dan US$1,26 miliar.
Adapun, sebagian besar pendapatan berasal dari niaga gas bumi pihak ketiga dan penjualan niaga gas bumi pihak berelasi dengan nilai masing-masing US$990,05 juta dan US$358,03 juta.
Pendapatan niaga gas bumi ini mayoritas berasal dari pelanggan industri dan komersial dengan nilai mencapai US$1,32 miliar. Adapun, segmen pelanggan rumah tangga dan SPBG masing-masing mencatatkan nilai US$24,74 juta dan US$1,99 juta.
Seiring naiknya pendapatan, beban pokok perseroan pada semester I/2025 juga tercatat naik 13,02% YoY menjadi US$1,61 miliar dibandingkan akhir Juni 2024 yang sebesar US$1,43 miliar.
Baca Juga
Meski begitu, setelah dikurangi beban pokok pendapatan, PGAS mencatatkan laba bruto sebesar US$319,61 juta, turun 21,51% YoY dari posisi semester I/2025 di angka US$407,22 juta.
Alhasil, sepanjang Januari-Juni 2025, PGAS mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$144,42 juta atau setara Rp2,34 triliun. Laba bersih tersebut turun 22,6% YoY dibandingkan torehan semester I/2024 yang tercatat sebesar US$186,60 juta atau setara Rp3,02 triliun. Laba bersih per saham juga turun dari US$0,008 menjadi US$0,006.
Dari sisi neraca keuangan, PGAS membukukan total aset US$6,41 miliar atau stagnan dibandingkan posisi Desember 2024 senilai US$6,41 miliar. Sementara itu, total liabilitas terpantau naik 7,55% YoY ke angka US$2,95 miliar per akhir Juni 2025.
Di sisi lain, ekuitas perseroan sepanjang semester I/2025 tercatat turun menjadi US$3,46 miliar dari sebelumnya pada akhir Desember 2024 sebesar US$3,67 miliar.
Adapun, posisi kas dan setara kas akhir periode akhir Juni 2025 berada di angka US$1,51 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2024 senilai US$997,31 juta.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.