Bisnis.com, JAKARTA — Phintraco Sekuritas menyematkan rekomendasi optimistis terhadap saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI).
Lisya Anxellin, research analyst Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa pihaknya optimistis terhadap AADI lantaran perusahaan publik yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, logistik dan transportasi, pengelolaan lahan, dan layanan air itu memiliki potensi pasar yang besar.
“Kami memandang AADI secara positif, didorong oleh diversifikasi pasar ekspornya di Asia Tenggara dan potensi masuk ke produk-produk bernilai tambah batu bara seperti Dimetil Eter (DME),” tulisnya dalam riset yang dirilis, Senin (25/8/2025).
Oleh karena itu, Phintraco Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham AADI dengan target harga saham pada level Rp10.200.
Pada perdagangan kemarin, Jumat (29/8/2025), harga saham Adaro Andalan melemah 1,08% ke level Rp6.900. Hal itu tampak sejalan dengan tren koreksi harga saham perseroan yang dalam sebulan terakhir turun 1,78% dan 4,50% dalam tiga bulan terakhir.
Adapun, harga saham AADI telah turun sekitar 18,58% untuk periode tahun berjalan atau year-to-date (YtD).
Baca Juga
“Dengan menggunakan valuasi Sum-of-the-Parts (SOTP), dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan sebesar 13,38% dan tingkat pertumbuhan terminal sebesar 1,46%, kami memperkirakan nilai wajar AADI sebesar Rp10.200,” jelas Lisya.
Kendati begitu, Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengingatkan bahwa ada risiko yang dihadapi oleh AADI termasuk melemahnya harga batu bara, kelebihan pasokan batu bara global, dan potensi kebijakan bea ekspor.
Kemarin, emiten batu bara yang terafiliasi dengan Garibaldi Thohir itu melaporkan kinerja keuangan semester I/2025. Pada periode itu, AADI membukukan penurunan laba bersih, sejalan dengan pendapatan yang menyusut.
Sepanjang Januari—Juni 2025, AADI membukukan pendapatan usaha sebesar US$2,39 miliar. Jumlah itu turun 9,67% year-on-year dari US$2,65 miliar pada semester I/2024.
Di sisi bottom line, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih AADI tercatat turun cukup tajam. Laba bersih yang dikantongi AADI sebesar turun 50,09% YoY dari US$858,92 juta pada semester I/2024 menjadi US$428,68 juta pada semester I/2025.
Dengan asumsi kurs Rp16.129 per dolar AS dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, laba bersih AADI setara dengan Rp6,91 triliun.