Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Triputra Agro (TAPG) Rogoh Kocek Rp150 Miliar Bangun Pabrik Sawit Baru

Triputra Agro Persada (TAPG) tengah melanjutkan rencana ekspansinya pada 2022 dengan membangun sebuah pabrik Palm Kernel Oil (PKO) dengan biogas di Kalimantan Tengah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  17:43 WIB
Triputra Agro (TAPG) Rogoh Kocek Rp150 Miliar Bangun Pabrik Sawit Baru
Penyelenggaraan RUPST PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) pada Jumat (25/6/2021). George Oetomo (Direktur), Budiarto Abadi (Direktur), Tjandra Karya Hermanto (Presiden Direktur), Toddy M Sugoto (Komisaris/ Pemimpin Rapat), Ir. Maruli Gultom (Komisaris Independen) dan Sutedjo Halim (Direktur). - TAPG\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melanjutkan upaya ekspansinya dengan membangun pabrik palm kernel oil (PKO) yang ditargetkan rampung pada akhir 2022.

Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng memaparkan, TAPG telah merampungkan pembangunan satu pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur. Ia mengatakan pabrik tersebut telah selesai dan beroperasi pada Mei lalu.

Ia menjelaskan, saat ini TAPG tengah melanjutkan rencana ekspansinya pada 2022 dengan membangun sebuah pabrik Palm Kernel Oil (PKO) dengan biogas di Kalimantan Tengah. Rencananya, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 300 ton per hari.

Pabrik yang akan menelan dana sekitar Rp150 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2022 mendatang.

“Tadinya kami targetkan di pertengahan tahun ini, tapi sepertinya akan sedikit mundur ke kuartal III atau kuartal IV tahun 2022,” jelasnya dalam acara peluncuran New Journey of TAPG Sustainability, Kamis (21/7/2022).

Joni melanjutkan, perusahaan optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional di sisa tahun 2022. TAPG yakin dapat mencatatkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 15 persen dibandingkan dengan tahun 2021.

Selain kenaikan produksi, keyakinan perusahaan juga didukung oleh tren harga CPO yang diprediksi akan bertahan di level yang tinggi. TAPG optimistis harga CPO akan rebound pada kuartal III dan kuartal IV seiring dengan masalah produksi yang terjadi di Malaysia.

“Dengan produksi perusahaan yang tumbuh, kami juga optimistis kinerja penjualan kami akan tumbuh signifikan setelah cenderung flat pada 2020–2021,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt triputra agro persada emiten sawit pabrik kelapa sawit
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top