Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smartfren (FREN) Disuntik Rp3,1 Triliun, Buat Mega Proyek Data Center?

PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) akan private placement dengan mengincar dana Rp3,1 triliun. Dana sebesar itu apakah untuk mega proyek data center?
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  14:55 WIB
Smartfren (FREN) Disuntik Rp3,1 Triliun, Buat Mega Proyek Data Center?
PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) akan private placement dengan mengincar dana Rp3,1 triliun. Dana sebesar itu apakah untuk mega proyek data center. - Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) akan private placement dengan mengincar dana Rp3,1 triliun. Dana sebesar itu apakah untuk mega proyek data center?

FREN akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 31 miliar saham baru atau sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor sejumlah 310.106.837.081 (310,10 miliar). Rencana ini telah dimintai persetujuan para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (12/7/2022).

Berdasarkan keterbukaan informasi 8 Juli 2022, harga pelaksanaan ditetapkan di Rp100 per saham dengan nilai nominal Rp100. Dengan demikian perseroan akan menerima dana segar Rp3,1 triliun.

“Hingga tanggal keterbukaan informasi ini, perseroan belum memiliki calon pemodal sehubungan dengan rencana penambahan modal. Rencana penambahan modal tidak akan mengakibatkan perubahan pengendalian dalam perseroan mengingat jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan,” tulis manajemen FREN, dikutip Rabu (13/7/2022).

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan private placement dikurangi biaya emisi akan digunakan FREN untuk melakukan investasi, yaitu penyertaan modal tambahan di entitas anak maupun penyertaan modal di entitas anak yang baru, dan/atau keperluan modal kerja perseroan dan/atau entitas anak.

Berdasarkan analisis dampak aksi ini terhadap posisi keuangan, akun modal saham akan bertambah Rp3,1 triliun sebagai setoran modal tambahan yang diterima oleh FREN, sehingga modal saham menjadi Rp40,26 triliun.

Pada saat pelaksanaan penambahan modal, akun kas dan setara kas akan meningkat menjadi Rp3,73 triliun di mana kas tersebut dapat digunakan oleh Perseroan untuk investasi dan modal kerja sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari.

“Dengan meningkatnya modal saham Perseroan, rasio liabilitas terhadap ekuitas menurun dari sebelumnya 2,47 kali menjadi 1,98 kali, mencerminkan struktur pendanaan yang makin baik.”

Selain itu, rasio aset lancar terhadap liabilitas lancar meningkat dari 0,25 kali menjadi 0,56 kali, yang mencerminkan likuiditas FREN yang makin baik.

FREN berencana melaksanakan private placement dalam jangka waktu yang dianggap baik, dengan mengikuti ketentuan POJK 14/2019 bahwa pelaksanaan penambahan modal tersebut selambat-lambatnya 2  tahun sejak tanggal persetujuan RUPSLB, mengingat kondisi pasar saham yang berfluktuasi dan proses pencarian investor yang memerlukan waktu.

Sementara itu, Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys menyatakan induk perusahaan yaitu Grup Sinar Mas dan perusahaan asal Dubai, Group 42 (G42) telah bersepakat bakal membangun data center berkapasitas 1.000 MW.

Sebagai informasi, jumlah itu hampir sepuluh kali lipat dari total kapasitas data center di Indonesia. “Dalam MoU kita sepakat akan membangun 1.000 MW. Bayangkan seluruh Indonesia kalau dijumlahkan hari ini total baru sekitar 159 MW,” katanya kepada Bisnis pada Rabu (13/7/2022).

Merza menjelaskan saat ini perseroan telah mulai mengerjakan mega proyek tersebut. Adapun pengerjaan mulai dari perencanaan teknis, survey lokasi dan beberapa perancangan yang sudah mulai berjalan.

Menurutnya, perencanaan dan perancangan akan sedikit memakan waktu. Setelah kedua hal terlengkapi, FREN baru akan membeberkan alokasi belanja modal atau capex yang akan dikeluarkan.

“Dari hasil survey dan desain nanti baru bisa dilihat berapa biaya yang dibutuhkan kami. Secepatnya akan kami kerjakan karena tidak boleh terlalu lama,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

data center smartfren fren private placement
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top