Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sinar Mas Perkuat Bisnis Data Center, Saingi Grup Salim dan Telkom

Grup Sinar Mas melalui PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo berencana memperkuat bisnis data center seperti halnya konglomerasi lain seperti Salim dan Telkom.
Pandu Gumilar & Annisa Kurniasari Saumi
Pandu Gumilar & Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  13:19 WIB
Sinar Mas Perkuat Bisnis Data Center, Saingi Grup Salim dan Telkom
Grup Sinar Mas melalui PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo berencana memperkuat bisnis data center seperti halnya konglomerasi lain seperti Salim dan Telkom. Ilustrasi data center - Flickr
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Grup Sinar Mas melalui PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo berencana memperkuat bisnis data center seperti halnya konglomerasi lain seperti Salim dan Telkom.

Moratelindo berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sebanyak-banyaknya 2,61 miliar atau 11 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan. Perseroan memperkirakan dapat meraih dana IPO hingga Rp1,03 triliun.

Direktur Utama Moratelindo Galumbang Menak menuturkan dengan dana Rp1 triliun ini, perseroan mampu meningkatkan kapasitas data center miliknya.

"Kami selalu mengandalkan pinjaman bank maupun sukuk atau ijarah. Dengan IPO ini, dengan perkiraan dana Rp1 triliun, modal usaha akan meningkat," ujar Galumbang dalam konferensi pers Moratelindo, Selasa (12/7/2022).

Menurutnya, investasi MORA ke depan akan difokuskan untuk memperluas coverage, memperluas akses fiber to the home dan building, ducting, dan memperbesar kapasitas pusat data atau data center milik perseroan.

"Sekarang ini kami memiliki data center yang kapasitasnya sudah 70 persen dan akan segera kami upgrade atau perbesar kapasitasnya," tuturnya.

Di sisi lain, Telkom menganggarkan belanja modal sekitar Rp40 triliun pada 2022. Belanja modal tersebut akan digunakan perseroan untuk digital connectivity, baik di Telkom maupun di Telkomsel.

Selain itu, belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan digital platform, digital services, data center, dan penguatan kapasitas cloud.

Adapun serapan belanja modal Telkom sampai kuartal I/2022 hampir Rp6 triliun atau 16 persen dari rencana perseroan.

Direktur Utama TLKM Ririek Adriansyah mengatakan, pada 2022 pihaknya akan melakukan investasi untuk masa depan, dengan menyiapkan berbagai mesin pertumbuhan ke depannya.

"Antara lain misalnya ada five bold moves, fixed mobile convergence, unlocking Mitratel, kemudian juga kami konsolidasi, dan pada saatnya nanti unlocking data center," tutur Ririek.

Menurut Ririek, pihaknya terus merencanakan mengembangkan data centernya. Saat ini, TLKM tengah menyelesaikan hyperscale data center di Cikarang dan akan dikembangkan terus ke berbagai daerah lain ke depannya.

"Semua itu membutuhkan investasi, maka itu sebagian dari laba yang ditahan akan kami gunakan untuk kebutuhan tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Grup Salim melebarkan sayap ke bisnis data center dengan menyuntik modal ke PT DCI Indonesia Tbk. (DCII). Perseroan tahun ini mendapatkan persetujuan menahan laba bersih Rp256,4 miliar untuk mendukung kegiatan kegiatan perluasan gedung data center perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinarmas grup salim telkom data center ipo
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top