Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Konsumer Jejali Pipeline IPO BEI, Ada 16 Perusahaan Simak!

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 16 perusahaan yang menjejali pipa pencatatan atau pipeline IPO.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  14:47 WIB
Sektor Konsumer Jejali Pipeline IPO BEI, Ada 16 Perusahaan Simak!
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 16 perusahaan yang menjejali pipa pencatatan atau pipeline IPO.

Bursa Efek Indonesia mencatat ada 7 perusahaan dari sector konsumer cyclicals dan 9 perusahaan dari sektor konsumer non-cyclicals. Sebagai informasi, saham-saham consumer siklikal adalah saham yang pergerakan harganya mengikuti laju pertumbuhan ekonomi seperti saham energi, industri, dan komoditas.

Sementara, konsumer non-cyclicals berarti saham berbasis konsumer tapi tidak bergantung pada siklus waktu tertentu. Contohnya adalah PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) dan PT Aman Agrindo Tbk. (GULA) yang baru saja IPO.

Sementara itu, yang baru saja mendapatkan status pra-efektif adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR). Perseroan berencana melakukan penawaran umum perdana saham dengan melepas sebanyak-banyaknya 1,2 miliar saham, dengan nilai nominal Rp100.

Saham ini mewakili sebanyak-banyaknya 15,29 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana. Rencananya, IPO JARR bakal ditawarkan ke masyarakat dengan harga Rp250-Rp300 setiap saham.

Dengan harga tersebut, maka JARR diperkirakan akan mampu mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya Rp366,8 miliar.

Dana dari hasil penawaran umum ini sebesar 21 persen akan digunakan untuk biaya pembangunan proyek pabrik kelapa sawit. Penggunaan dana ini dikategorikan perseroan sebagai capital expenditure.

Lalu, sekitar 79 persen akan digunakan perseroan untuk modal kerja, yakni untuk pembelian CPO dan bahan baku lainnya. Penggunaan dana ini dikategorikan sebagai operating expenditure oleh perseroan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD Nyoman Yetna Setia menyatakan hingga saat ini, terdapat 37 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

Calon emiten dalam pipeline IPO serta rincian sektornya sebagai berikut:

  • 2 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
  • 7 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
  • 9 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
  • 2 Perusahaan dari sektor Energy;
  • 2 Perusahaan dari sektor Healthcare;
  • 2 Perusahaan dari sektor Industrials;
  • 4 Perusahaan dari sektor Infrastructures;
  • 1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
  • 3 Perusahaan dari sektor Technology;
  • 5 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic;

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bei saham sektor konsumer
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top