Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Menuju Rp15.000 per Dolar AS, TINS, ADRO, ITMG, PTBA Siap Cuan!

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat bisa menjadi berkah bagi emiten-emiten dengan pendapatan ekspor yang besar seperti TINS, ADRO, ITMG, dan PTBA.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  10:30 WIB
Rupiah Menuju Rp15.000 per Dolar AS, TINS, ADRO, ITMG, PTBA Siap Cuan!
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat bisa menjadi berkah bagi emiten-emiten dengan pendapatan ekspor yang besar seperti TINS, ADRO, ITMG, dan PTBA.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terpantau dibuka melemah 3,00 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.997,00 per dolar AS. Sementara itu, pada pukul 09.05 WIB, indeks dolar AS terpantau melemah 0,09 persen ke posisi 106,4430.

Selain rupiah, mata uang lain di kawasan Asia lain yang dibuka melemah diantaranya won Korea Selatan  yang turun 0,54 persen, peso Filipina sama-sama turun 0,54 persen, ringgit Malaysia turun 0,12 persen, dan dolar Taiwan turun 0,05 persen terhadap dolar AS.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengataan sektor energi dan industri dasar menjadi yang paling diuntungkan dengan pelemahan rupiah, mengingat porsi ekspornya yang besar. Sementara itu, sektor farmasi dengan ketergantungan impor yang besar untuk bahan bakunya menjadi yang dirugikan dalam situasi ini.

“Kami rekomendasikan TINS, ADRO, ITMG, PTBA dengan target harga 10 persen,” katanya dikutip Rabu (6/7/2022).

Senada, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijaya Prasetyo mengatakan rupiah cenderung memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan banyak mata uang lain. Namun risiko resesi global masih menjadi faktor yang memicu kekhawatiran pasar mengenai ekonomi ke depan.

Frankie melanjutkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS bisa memberikan keuntungan bagi sejumlah emiten, khususnya emiten komoditas yang memiliki volume ekspor yang besar. Dia memberi contoh performa saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) yang ditutup menguat 9,82 persen ke posisi Rp33.000 per saham, begitu pula PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang menguat 7,34 persen dan mengakhiri perdagangan di level Rp3.950 per saham.

“Namun hal sebaliknya akan dialami emiten yang lebih banyak mengimpor, khususnya bahan baku untuk produksi, seperti emiten kimia dan produk turunan petrokimia. Juga emiten-emiten yang memiliki utang yang besar dalam mata uang asing, khususnya dolar AS,” jelasnya, Selasa (5/7/2022).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan pada perdagangan hari ini rupiah ditutup melemah di rentang Rp14.990—Rp15.050.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah ekspor dolar as adro ptba tins itmg saham
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top