Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mandiri Sekuritas Proyeksi IHSG Capai Level 7.800 Akhir 2022

Pertumbuhan laba perusahaan dapat mendorong prospek saham dan IHSG secara keseluruhan ke level 7.800.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 Juni 2022  |  10:29 WIB
Mandiri Sekuritas Proyeksi IHSG Capai Level 7.800 Akhir 2022
PT Mandiri Sekuritas memprediksi pertumbuhan laba perusahaan dapat mendorong prospek saham dan IHSG secara keseluruhan ke level 7.800 pada 2022.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai level 7.800 di akhir 2022 dengan dorongan perbaikan laba emiten.

Head of Equity Analyst Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, proyeksi IHSG tersebut didukung oleh pertumbuhan Earning per Share (EPS) atau laba bersih dibagi jumlah saham beredar sebuah perusahaan yang di atas 20 persen.

"Selain itu juga didukung oleh pemulihan pandemi Covid-19 yang semakin baik menuju endemi, serta commodity boom yang diharapkan dapat berujung kepada peningkatan konsumsi, sehingga memicu terjadinya capex cycle dan labor rehiring pada semester II/2022," kata Adrian dalam keterangan resmi, Jumat (24/6/2022).

Dia melanjutkan, hal yang juga penting adalah faktor ketahanan ekonomi Indonesia terhadap risiko eksternal seperti neraca perdagangan kuat, utang eksternal terhadap PDB yang sehat, kondisi likuiditas domestik yang baik, dan juga tingkat inflasi yang masih terjaga meskipun dalam pergerakan yang naik.

Dari sisi emiten, menurutnya laba operasional perusahaan tumbuh sebesar 40 persen secara tahunan pada kuartal I/2022. Adrian menilai, kinerja emiten yang sudah sangat baik ini mengindikasikan kinerja di kuartal II/2022 akan lebih baik, terutama mempertimbangkan data selama Ramadan.

Adapun, Mandiri Sekuritas memprediksi volatilitas global masih terus berlangsung, tetapi dengan valuasi saham yang tidak terlalu mahal.

"Pertumbuhan EPS yang tinggi, kondisi likuiditas domestik yang kuat didukung oleh neraca perdagangan yang positif, serta real yield yang masih positif, dan tinggi relative ke negara-negara lain, membuat Indonesia lebih resilien menghadapi risiko eksternal," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI mandiri sekuritas Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top