Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak dan Gas Dunia Melandai, Saham-saham Migas Terkoreksi

Harga minyak dunia terpantau turun bersama dengan komoditas lainnya, seiring dengan peringatan resesi AS oleh The Fed. Hal itu langsung berdampak pada perdagangan saham migas hari ini yang terkoreksi.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  16:11 WIB
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia terpantau turun bersama dengan komoditas lainnya, seiring dengan peringatan resesi AS oleh The Fed. Hal itu langsung berdampak pada perdagangan saham migas hari ini yang terkoreksi.

Melansir Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah US$104 per barel di perdagangan pasar Asia. Akibat kenaikan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin, patokan minyak mentah AS merosot 15 persen sejak penutupan pada 8 Juni 2022.

Sebelumnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan adanya kemungkinan resesi serta penyebab naiknya harga komoditas. “Kenaikan harga komoditas jelas terkait dengan perang di Ukraina,” ujar Powell kepada Bloomberg, dikutip Kamis (23/6/2022).

Harga minyak diperkirakan menurun karena investor berusaha untuk membidik situasi lintasan ekonomi AS serta dampaknya terhadap bahan baku.

Sementara itu, Citigroup Inc dan Deutsche Bank AG memperkirakan adanya peluang 50 persen ekonomi dunia terkena resesi, seiring dengan meningkatnya permintaan minyak di China yang menjadi importir terbesar dunia.

Hal ini tentu saja akan berdampak pada emiten di sektor energi atau migas. Tim Analis NH Korindo Sekuritas menuliskan dalam riset hariannya pada Kamis, (23/6/2022) emiten energi akan tertekan karena penurunan harga minyak di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang mengganggu permintaan bahan bakar.

“Kontrak minyak mentah WTI Agustus turun lebih dari 3 persen menjadi US$106,19 per barel, dan Brent turun 2,5 persen menjadi US$111,74 per barel,” ujar tim riset.

Pada penutupan perdagangan Kamis (23/6/2022), sejumlah emiten migas terpantau mengalami penurunan. PT Elnusa Tbk. (ELSA) turun 4,58 persen ke level 292. Investor asing tercatat melakukan aksi jual di seluruh pasar senilai Rp3,62 miliar.

Saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) terlihat parkir di zona merah dengan koreksi 4,64 persen dan membawanya ke posisi 370. Saham RAJA senilai Rp533,62 juta pun dilepas oleh investor asing di seluruh pasar.

Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) terkoreksi tipis 0,76 persen di level 650. Investor asing melakukan aksi borong di seluruh pasar dengan nilai mencapai Rp8,08 miliar.

PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menurun 6,82 persen ke posisi 246. Investor asing terlihat melakukan aksi beli di seluruh pasar senilai Rp2,23 miliar. PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (RUIS) juga ikut terperosok 6,60 persen ke level 198. Sepanjang hari, saham dengan kapitalisasi pasar Rp152,46 miliar tersebut bergerak di kisaran 198 hingga 216.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham migas Harga Minyak gas
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top