Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Reksa Dana Obligasi Berangsur Membaik, tapi...

Pasar obligasi yang kian positif turut mengerek kinerja instrumen reksa dana pendapatan tetap meskipun investor asing masih waspada.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  13:17 WIB
Kinerja Reksa Dana Obligasi Berangsur Membaik, tapi...
ilustrasi investasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah cukup lama tertekan, kinerja reksa dana pendapatan tetap sepanjang tahun perlahan-lahan mulai membaik, meski investor asing masih cenderung berhati-hati.

Berdasarkan laporan mingguan Infovesta yang dirilis Senin (7/6/2022), sepanjang tahun berjalan hingga Jumat (3/6/2021), kinerja reksa dana pendapatan tetap masih berada di zona negatif yaitu turun 0,48 persen year to date (ytd).

Adapun kinerja reksa dana pendapatan tetap pekan sebelumnya per Jumat (27/5/2022) tercatat tertekan hingga 1,12 persen ytd.

Sementara itu, jika dilihat secara mingguan untuk periode 27 Mei 2022 - 3 Juni 2022, reksa dana pendapatan tetap mencatatkan kinerja positif sebesar 0,64 persen.

Infovesta menyampaikan bahwa respons positif terhadap pasar obligasi yang juga mempengaruhi kinerja instrumen reksa dana pendapatan tetap tersebut dipengaruhi oleh sentimen domestik yang membaik.

Selain itu, Infovesta menilai bahwa tekanan global saat ini dinilai mulai mereka. Oleh sebab itu, tingkat imbal hasil SUN tenor 10 tahun di rentang 7,1 - 7,3 persen setelah sebelumnya mencapai level tertinggi 7,52 persen.

Namun, kondisi saat ini menurut Infovesta masih membuat investor asing berhati-hati masuk ke pasar obligasi. Di tengah rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed.

“Oleh karena itu, investor yang ingin berinvestasi pada pasar obligasi sebaiknya memilih investasi reksa dana pendapatan tetap dengan portofolio SBN yang memberikan imbal hasil yang sesuai dengan target jangka panjang investor,” tulis Infovesta dalam laporan mingguannya, dikutip Selasa (7/6/2022).

Sementara itu, untuk instrumen reksa dana lain sepanjang tahun, reksa dana campuran mencatatkan kinerja tertinggi dengan menguat sebesar 4,43 persen, kemudian disusul dengan reksa dana saham sebesar 3,91 persen, serta reksa dana pasar uang yang tumbuh 1,10 persen.

Secara mingguan, reksa dana saham justru memimpin kinerja pada pekan lalu yang telah tumbuh sebesar 1,25 persen. Lalu disusul dengan reksa dana campuran yang naik 1,21 persen, dan untuk reksa dana pasar uang terus stabil dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,05 persen.

Kinerja positif pun juga dicatatkan oleh seluruh instrumen reksa dana syariah pekan lalu. Sama halnya dengan indeks reksa dana konvensional, reksa dana saham syariah selama sepekan juga memimpin kinerja dengan tumbuh sebesar 1,52 persen.

Menyusul reksa dana campuran syariah yang naik 1,19 persen, reksa dana pendapatan tetap syariah naik 0,25 persen, dan reksa dana pasar uang syariah naik 0,05 persen secara mingguan pada pekan lalu.

Infovesta menjelaskan performa positif reksa dana pada pekan lalu tersebut terkait dengan sentimen positif dari China akibat pelonggaran pembatasan mobilitas.

“Selain itu, kenaikan harga komoditas masih terus berlanjut akibat konflik Rusia-Ukraina yang masih belum usai serta krisis energi yang terjadi di India,” tulis Infovesta.

Faktor lainnya yang mendongkrak kinerja reksa dana adalah tingkat inflasi Indonesia yang masih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pasar obligasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top