Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Bergejolak, Harga Minyak Mentah Terus Alami Kenaikan

Harga minyak mentah dilaporkan telah membukukan kenaikan mingguan keenam setelah pertemuan OPEC+ yang sebelumnya sangat diantisipasi.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  12:24 WIB
Pasar Bergejolak, Harga Minyak Mentah Terus Alami Kenaikan
Anjungan minyak di Teluk Meksiko, AS - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah dilaporkan telah membukukan kenaikan mingguan keenam setelah pertemuan OPEC+ yang sebelumnya sangat diantisipasi. Namun ternyata menghasilkan sedikit keputusan sehingga gagal meredakan kekhawatiran pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (6/6/2022) pukul 12.00 WIB, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di posisi US$119,83 per barel, atau menguat 0,81 persen.

Kenaikan juga dialami oleh minyak mentah Brent sebesar 0,79 persen yang membawanya pada  harga US$120,67 per barel.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (6/6/2022), pertemuan OPEC+ sebelumnya dinilai gagal meredakan kekhawatiran pasar sehingga potensi defisit pasokan minyak terus melebar, sehingga pada akhir pekan Jumat (3/6/2022) harga WTI naik secara mingguan sebesar 3,3 persen sehingga berada di atas US$118.

Sebelumnya pada hari Kamis (2/6/2022), kartel produsen menyetujui kenaikan produksi, tetapi hanya sebesar 0,4 persen dari permintaan global selama Juli dan Agustus.

Sementara itu, pertumbuhan lapangan kerja di AS melampaui perkiraan, menandakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang akan meningkatkan permintaan untuk produk mentah dan olahan.

"Harga minyak mentah tetap berpotensi naik, karena pedagang sektor energi menerima dampak dari pertemuan OPEC+. Oleh sebab itu, pasar minyak akan tetap dijaga ketat sepanjang musim panas ini," kata Ed Moya, analis pasar senior Oanda, dikutip pada Bloomberg, Senin (6/6/2022).

Lebih lanjut, pertemuan OPEC+ lalu menyetujui kenaikan produksi 648.000 barel per hari untuk bulan Juli dan Agustus, yaitu sekitar 50 persen lebih besar dari kenaikan yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Artinya kelompok tersebut akan menambahkan minyak mentah sekitar 400.000 barel per hari selama dua bulan di atas kenaikan sederhana yang telah disepakati.

Namun, keraguan tetap membayangi apakah produsen minyak tersebut mampu memenuhi kenaikan produksi tersebut mengingat banyak anggota yang mengalami kesulitan meningkatkan hasil produksi.

Pada catatan keputusan OPEC+ tersebut, dalam praktiknya, setiap hari akan ada tambahan 132.000 barel per hari setiap bulan dari produksi tambahan yang berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, Citigroup Inc.

Sementara kenaikan harga minyak yang terjadi pada minggu pertama Juni 2022 dikarenakan Uni Eropa setuju untuk melarang pembelian minyak dari Rusia.

Selain itu, pencabutan lockdown di China dicabut dan masuknya musim panas yang berasosiasi dengan meningkatnya pengguna kendaraan di AS juga turut memicu kenaikan harga minyak mentah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak mentah harga minyak mentah wti
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top