Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suku Bunga BI7DDR Tetap 3,5 Persen, Rupiah Ditutup Menguat

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,08 persen atau 11 poin ke Rp14.661,00 per dolar AS setelah BI menahan suku bunga acuan.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  15:46 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada hari ini, Selasa (24/5/2022), beriringan dengan menguatnya mata uang lain di kawasan Asia dan keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,08 persen atau 11 poin sehingga parkir di posisi Rp14.661,00 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau melemah 0,2890 poin atau 0,28 persen ke level 101,7870.

Mata uang lain di kawasan Asia turut terpantau menguat pada perdagangan hari ini diantaranya yen Jepang yang naik 0,48 persen, baht Thailand naik 0,13 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,03 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, yuan China terpantau melemah 0,30 persen, rupee India turun 0,15 persen, won Korea Selatan turun 0,14 persen, peso Filipina turun 0,11 persen terhadap dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam riset hariannya menyampaikan bahwa saham berjangka Amerika serikat menunjukkan penurunan yang memberikan sentimen negatif pagi pasar global.

Ibrahim menyampaikan bahwa investor saat ini menunggu risalah dari pertemuan The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada esok hari Rabu (25/5/2022). Di hari yang sama, Reserve Bank of New Zealand akan memberikan keputusan kebijakannya. Dan di hari selanjutnya menyusul Bank of Korea.

Kemudian hari selanjutnya menyusul keputusan Bank of Korea. Ibrahim juga menyatakan bahwa para pelaku pasar tengah menunggu IMP manufaktur global lainnya.

Di sisi lain, Presiden Sentral Eropa Christine Lagarde menyampaikan bahwa ada kemungkinan kenaikan suku bunga deposito di kawasan Euro dari wilayah negatif pada akhir September 2022.

“Sementara itu, ada sedikit tanda positif untuk ekonomi global, dengan kota Shanghai di China diperkirakan akan segera mencabut pengunciannya dan komentar Presiden AS Joe Biden awal pekan ini tentang kemungkinan pelonggaran perang perdagangan dengan China mengangkat sentimen risiko pada dolar,” papar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (24/5/2022).

Di sisi lain, dari dalam negeri Ibrahim menjelaskan bahwa Bank Indonesia sesuai dengan ekspektasi mengumumkan suku bunga acuan tetap berada di level 3,5 persen, meski inflasi Indonesia melesat di level 3,47 persen.

Dia melanjutkan, inflasi Mei akan merangkak naik menjadi 3,74 persen mendekati batas atas target BI di kisaran 2 persen - 4 persen. Adapun Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih positif, mulai dari transaksi berjalan, rupiah, pertumbuhan ekonomi, hingga neraca perdagangan.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim pun memperkirakan pergerakan rupiah pada esok hari, Rabu (25/5/2022), kembali ditutup menguat.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.650 - Rp14.690 per dolar AS,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Bank Indonesia Rupiah Suku Bunga
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top