Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AUM Industri Reksa Dana Turun, SEOJK Terkait PAYDI Jadi Soal?

Dana kelolaan produk reksa dana secara industri per 28 April 2022 ada di posisi Rp566,43 triliun, turun bila dibandingkan dengan catatan per akhir Januari 2022 sebanyak Rp568,19 triliun.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  19:36 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Manajer investasi mengungkapkan penurunan dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana pada tahun 2022 berkaitan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip pada Selasa (10/5/2022), dana kelolaan produk reksa dana secara industri per 28 April 2022 ada di posisi Rp566,43 triliun. Realisasi tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan dengan catatan per akhir Januari 2022 sebanyak Rp568,19 triliun.

Adapun menurut analisa Direktur Utama Trimegah Asset Management Antony Dirga, AUM industri reksa dana saham sebenarnya mengalami kenaikan karena momentum pasar saham yang positif di bulan April 2022. 

Namun Antony melihat reksa dana berbasis obligasi, pasar uang dan global mengalami penurunan AUM cukup banyak dan lebih mendominasi di bulan lalu. Antony mengungkapkan secara net, industri reksa dana Tanah Air telah kehilangan sekitar Rp5 triliun AUM di bulan April 2022.

“Saya kira pergerakan AUM kali ini tidak berkorelasi dengan kinerja aset yg menjadi underlying. Penyebab utama penurunan AUM kali ini menurut analisa kami adalah imbas dari SEOJK terkait PAYDI yang keluar di pertengahan bulan Maret yg lalu,” ungkap Antony kepada Bisnis, Selasa (10/5/2022). 

Dia menjelaskan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/SEOJK.05/2022 terkait PAYDI atau unit linked tersebut melarang penempatan pada beberapa jenis reksa dana dan juga membatasi investasi pada pihak terafiliasi.

Sementara itu, Antony mengungkapkan pencapaian AUM di Trimegah sendiri masih sejalan dengan target yang dicanangkannya di akhir tahun lalu. 

Di mana strategi Trimegah sendiri jelasnya belum berubah dengan terus berupaya menghasilkan kinerja yang baik dengan resiko yang terukur, dan yang terpenting adalah konsisten. 

Selain itu, Antony menyampaikan bahwa perusahaannya juga terus fokus mendampingi investor dan calon investor dengan komunikasi yang aktif, transparan, dan edukatif. 

“Tujuan kami adalah menjadi mitra investasi yang terbaik untuk para nasabah, yang setia dan konsisten menemani perjalanan finansial mereka,” tutup Antony.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana dana kelolaan paydi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top