Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Central Proteina Prima (CPRO) Kantongi Laba Bersih Rp2,2 Triliun, Ini Penyebabnya

CPRO meraup laba bersih sebesar Rp2,21 triliun pada 2021, melonjak 480 persen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Mei 2022  |  11:28 WIB
Presiden Direktur PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) Hendri Laiman (kiri) sedang berbincang dengan Corporate Secretary CPRO Armand Ardika, saat Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Senin (23/6/2021).  - Istimewa.
Presiden Direktur PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) Hendri Laiman (kiri) sedang berbincang dengan Corporate Secretary CPRO Armand Ardika, saat Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Senin (23/6/2021). - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten industri akuakultur, budidaya ikan dan udang PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) membukukan kenaikan penjualan sepanjang 2021. Pertumbuhan penjualan ini diikuti dengan kenaikan signifikan pada laba bersih.

Dalam laporan keuangannya, CPRO membukukan penjualan bersih sebesar Rp8,02 triliun triliun pada 2021. Penjualan bersih ini naik 5,94 persen dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp7,57 triliun.

Sepanjang tahun lalu, penjualan Central Proteina Prima ditopang oleh segmen pakan yang mencapai Rp6,40 triliun atau sekitar 79 persen dari total penjualan bersih. Nilai penjualan pakan CPRO naik 6,87 persen secara YoY dibandingkan dengan penjualan pakan 2002 sebesar Rp5,97 triliun.

Segmen produk olahan juga memperlihatkan kenaikan, dari Rp1,29 triliun pada 2020 menjadi Rp1,32 triliun pada 2021. Penjualan benur atau benih udang juga meningkat menjadi Rp276,39 juta pada 2021, dari tahun sebelumnya sebesar Rp265,39 juta.

Beban pokok penjualan CPRO tercatat naik dari Rp6,22 triliun menjadi Rp6,53 triliun. Meski demikian, perseroan masih menikmati kenaikan pada laba bruto sehingga menjadi Rp1,49 triliun dan laba usaha meningkat dari Rp618,32 miliar menjadi Rp821,78 miliar.

Seiring dengan kinerja di atas, CPRO meraup laba bersih sebesar Rp2,21 triliun. Laba bersih ini meroket 480,64 persen YoY dibandingkan dengan posisi pada 2020 sebesar Rp380,90 miliar.

CPRO membukukan keuntungan penyelesaian utang obligasi neto Rp1,74 triliun dari sebelumnya tidak ada, sehingga mendorong raihan laba pada 2021.

Adapun hingga akhir Desember 2021, total aset CPRO naik menjadi Rp6,44 triliun dibandingkan dengan posisi akhir 2020 sebesar Rp6,32 triliun. Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan turun dari Rp5,61 triliun di akhir 2020, menjadi Rp3,58 triliun pada akhir 2021.

Sementara itu, total ekuitas perseroan naik signifikan menjadi Rp2,86 triliun, dari Rp707,58 juta pada Desember 2020.

Manajemen CPRO sebelumnya menargetkan penjualan mencapai minimal Rp8,5 triliun dengan EBITDA sekitar Rp1 triliun dan laba bersih sekitar Rp500 miliar pada 2022. Direktur Utama CP Prima Hendri Laiman mengatakan target penjualan tahun ini tumbuh antara 5 hingga 10 persen.

“Target penjualan tersebut sebagian besar tetap berasal dari penjualan pakan, terutama dari peningkatan penjualan pakan hewan kesayangan dan pakan budidaya perikanan,” katanya dalam keterangan resmi pada Januari 2022.

Hendri menambahkan guna mendukung peningkatan penjualan perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp320 miliar pada 2022. Sebagian besar alokasi belanja modal adalah untuk membangun fasilitas produksi baru seperti pabrik pakan hewan, pabrik makanan beku, fasilitas pembenihan udang dan beberapa proyek lainnya.

Sisa anggaran akan digunakan untuk memelihara fasilitas produksi yang sudah ada. CPRO tercatat memiliki dua proyek dalam tahap pembangunan, yaitu fasilitas pabrik pakan hewan yang juga bisa memproduksi pakan ikan dan pabrik makanan olahan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bersih Kinerja Emiten central proteinaprima CPRO
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top