Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca IPO, Cilacap Samudera Berambisi Naikkan Kinerja 3 Kali Lipat

Calon emiten perikanan, PT Cilacap Samudera Fishing Industri Tbk. (ASHA) menargetkan pertumbuhan kinerja hingga 3 kali lipat pada 2022 setelah melaksanakan IPO bulan depan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 April 2022  |  14:01 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten perikanan, PT Cilacap Samudera Fishing Industri Tbk. (ASHA) menargetkan pertumbuhan kinerja hingga 3 kali lipat pada 2022 setelah melaksanakan IPO bulan depan.

Corporate Secretary Cilacap Samudera Fishing Industri Erlin Sutioso mengungkapkan perseroan telah mencatatkan perbaikan kinerja laba bersih pada 2021 kendati pendapatan menurun.

Perseroan pun menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 326,38 persen pada tahun ini menjadi Rp718,05 miliar dari realisasi 2021 yang sebesar Rp168,4 miliar.

"Perseroan mengubah bisnis intinya, yang tadinya penangkapan ikan menjadi perdagangan ikan pada 2021. Pendapatan sedikit turun pada 2021 akibat jumlah ekspor turun dampak Covid-19 belum selesai di negara tujuan," ungkapnya dalam paparan publik, Senin (25/4/2022).

Targetnya pun cukup ambisius, pada 2024 diharapkan pendapatan perseroan mencapai tembus Rp1 triliun. Perbaikan kinerja tersebut didapat dari pemanfaatan dana hasil IPO.

Perseroan bakal menambah pendapatan dari kapal ikan tangkap yang baru beroperasi, pendapatan dari 4 kapal kargo, penjualan dari akuisisi perusahaan baru menggunakan dana IPO, tambahan modal kerja dari dana IPO, serta kerja sama baru.

Pendapatan per 2021 yang sebesar Rp168,4 miliar turun dibandingkan dengan Rp179,33 miliar pada 2020. Namun, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp147,21 miliar dari Rp159,53 miliar. Dengan begitu profitabilitas perseroan meningkat.

Modal ini menjadi titik awal bagi perseroan untuk melaksanakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal.

Calon emiten yang nantinya menggunakan kode ASHA ini bakal melepas maksimal saham baru setara 25 persen sahamnya atau 1,25 miliar lembar saham baru dengan harga nominal Rp20.

Adapun, memasuki periode bookbuilding pada 22--27 April 2022, ASHA memberikan harga penawaran awal antara Rp100--Rp125 per lembarnya. Artinya, kisaran dana IPO yang diraupnya mencapai Rp125 miliar--156,25 miliar.

"Kami akan menjalankan perikanan tangkap, value added product, kami yakin di 2022 perseroan mampu mencapai target proyeksi, dan naik secara konstan di tahun-tahun berikutnya," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo Kinerja Emiten Cilacap Samudera Fishing Industry ASHA
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top