Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Hijau, Saham Bukalapak (BUKA) dan GOTO Kontras Beda Arah

Tercatat, 201 saham menguat, 332 saham melemah dan 163 saham bergerak stagnan pada akhir perdagangan IHSG hari ini.
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (20/4/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.00 WIB IHSG parkir pada posisi 7.227,36 atau menguat 0,39 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.262,55.

Tercatat, 201 saham menguat, 332 saham melemah dan 163 saham bergerak stagnan. Investor asing mencatatkan aksi net foreign buy Rp896,38 miliar di seluruh pasar.

Investor asing tercatat membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp720,3 miliar, atau yang terbanyak hari ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp207,2 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp48,7 miliar.

Sementara itu saham dua emiten teknologi berkapitalisasi pasar jumbo terpantau melaju kontras beda arah. Saham PT Bukalapak Tbk. (BUKA) berhasil menguat 11,52 persen, sedangka PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) melemah 5,59 persen. 

Sebelumnya, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan peluang rebound IHSG hari ini didorong oleh sejumlah sentimen, seperti menguatnya sejumlah indeks Wall Street dan kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Indeks Dow Jones menguat sebesar 1,45 persen dan Nasdaq menguat 2,15 persen, tambah menguatnya harga beberapa komoditas seperti batu bara 4,97 persen dan nikel 1,04 persen berpotensi menjadi katalis pendorong IHSG untuk rebound Rabu ini,” kata Edwin dalam riset hariannya, Rabu (20/4/2022).

Meski demikian, gerak IHSG hari ini tak luput dari sentimen negatif. Proyeksi ekonomi global oleh IMF yang turun telah mendorong koreksi harga minyak mentah WTI sebesar 4,62 persen. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level 2,94 persen membuat harga emas turun 1,50 persen dan EIDP turun 0,97 persen.

“Hal itu berpotensi menjadi pemberat IHSG untuk menguat dalam jumlah besar dalam perdagangan Rabu ini,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper