Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Analis Turunkan Target Harga Saham Bukalapak (BUKA), Rugi Masih Tinggi

CGS-CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi tambah atau add untuk saham Bukalapak (BUKA), dengan target harga yang lebih rendah sebesar Rp600, dari sebelumnya Rp900.
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) membukukan peningkatan pendapatan dan mencatatkan rugi bersih selama tahun 2021.

Bukalapak mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 38 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp1,9 triliun. Perseroan juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,67 triliun sepanjang 2021. Hal ini di bawah prediksi analis.

Analis CGS-CIMB Sekuritas Patricia Gabriela dan Marcella Regina mengatakan, perolehan rugi bersih emiten berkode saham BUKA ini di bawah prediksi pihaknya sebesar Rp1,36 triliun, dan juga di bawah konsensus Bloomberg sebesar Rp1,45 triliun.

"BUKA sedang berfokus mengejar pertumbuhan sehingga total processing value (TPV) dan revenue masih lemah," kata Patricia dan Marcella dalam risetnya, dikutip Rabu (20/4/2022).

CGS-CIMB Sekuritas menjelaskan, untuk 2022, BUKA memiliki guideline pertumbuhan TPV sebesar 39-47 persen year-on-year (yoy) dan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi sebesar 44-61 persen yoy. Menurutnya, perusahaan akan terus mendorong mitra TPV dan pertumbuhan pendapatan, dengan meningkatkan jumlah mitra aktif dan TPV per mitra, serta fokus pada merek lokal dan produk virtual yang memiliki take-rate lebih tinggi.

Sementara itu, untuk bisnis marketplace, perusahaan mengharapkan kontribusi yang lebih tinggi dari pasar khusus, yaitu Itemku dan AlloFresh, yang akan mengarah pada pertumbuhan TPV dan take-rate yang lebih tinggi.

"Karena BUKA berencana untuk fokus dalam memberikan pertumbuhan pendapatan dan meluncurkan toko khusus, perusahaan memiliki guideline untuk EBITDA tumbuh flat pada 2022, sementara kami memperkirakan -Rp1,5 triliun. Kami berharap BUKA dapat mencapai EBITDA positif pada 2025, versus target awal 2023," tuturnya.

Adapun CGS-CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi tambah atau add, dengan target harga yang lebih rendah sebesar Rp600, dari sebelumnya Rp900. Target harga ini menyiratkan 0,3 kali price per GMV BUKA pada prediksi tahun penuh 2022.

"Risiko terbalik mencakup pertumbuhan TPV yang lebih baik dari perkiraan dan take rates. Risiko kerugian adalah persaingan yang lebih ketat," ujarnya.

Hingga penutupan sesi I perdagangan hari ini, Rabu (20/4/2022), saham BUKA menguat 10,91 persen atau 36 poin ke Rp366 dengan kapitalisasi pasar Rp37,72 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper