Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adhi Karya (ADHI) Raup Kontrak Baru Rp3,9 Triliun per Maret 2022, Melesat!

Tahun ini ADHI masih optimistis untuk dapat memperoleh peningkatan capaian kontrak sebesar 20-25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 12 April 2022  |  21:25 WIB
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konstruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memperoleh kontrak baru Rp3,9 triliun hingga Maret 2022. Jumlah tersebut naik sebesar 129 persen dibandingkan perolehan kontrak pada kuartal yang sama tahun lalu sebesar Rp1,7 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, beberapa kontrak baru yang didapatkan ADHI di kuartal I/2022 di antaranya Jalan Tol Semarang-Demak, pengelolaan sampah di Bantar Gebang Jakarta, pekerjaan tanah di Pertamina Hulu Rokan, pembangunan gedung data center di Cikarang, dan peningkatan jaringan irigasi di Bendungan Glapan, Jawa Tengah.

"Nilai kontrak ini merupakan gabungan dari seluruh kontrak yang ada dari berbagai lini bisnis yang ADHI miliki," ujar Farid dalam keterangan resminya, Selasa (12/4/2022).

Dia melanjutkan, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru kuartal I/2022 meliputi lini bisnis konstruksi sebesar 85 persen, properti sebesar 7 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Selain lini bisnis, kontrak ini juga meliputi berbagai tipe pekerjaan yang terdiri dari proyek gedung sebesar 30 persen, jalan dan jembatan sebesar 29 persen, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 41 persen.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru yang bersumber dari pemerintah sebesar 33 persen, sumber dari BUMN dan BUMD sebesar 16 persen, sementara proyek kepemilikan swasta atau lainnya sebesar 51 persen.

Farid menjelaskan, untuk rencana perolehan kontrak baru pada tahun 2022, ADHI saat ini tengah mengikuti proses tender untuk beberapa proyek jalan tol, proyek perkeretaapian, proyek gedung, serta proyek infrastruktur lainnya.

"Dengan proses tender tersebut, tahun ini ADHI masih optimistis untuk dapat memperoleh peningkatan capaian kontrak sebesar 20-25 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya kontrak baru Kinerja Emiten bumn karya
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top