Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas di Rentang 6.949-7.046, Saham Apa yang Menarik?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas di awal pekan, Senin (28/3/2022).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  08:17 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas di awal pekan, Senin (28/3/2022).

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan, minggu lalu IHSG menguat sebesar 0,68 persen, dengan salah satu pendorong penguatan IHSG yakni derasnya capital inflow dana asing sekitar Rp4,02 triliun. Hal ini membuat total capital inflow asing YTD sebesar Rp28,69 triliun.

"Di awal minggu ini ada peluang IHSG untuk menguat terbatas seiring penguatan Indeks DJIA sebesar 0,44 persen," kata Edwin dalam risetnya, Senin (28/3/2022).

Menurutnya, IHSG penguatan harga beberapa komoditas seperti minyak yang naik 0,23 persen, CPO 1,61 persen dan timah 1,57 persen, dapat menjadi penguat IHSG di tengah derasnya arus masuk investor asing saat ini.

Sementara itu, di lain pihak, tekanan jual berpotensi muncul dari turunnya EIDO sebesar 0,52 persen, serta turunnya harga beberapa komoditas seperti batu bara 4,26 persen, emas 0,23 persen dan nikel 4,68 persen di tengah naiknya yield obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun ke level 2,488 persen.

Adapun Edwin memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.949-7.046.

Beberapa saham yang dia rekomendasikan adalah saham INCO, ANTM, AKRA, LSIP, SSIA, AALI, ACES, dan TINS.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG komoditas cpo rekomendasi saham
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top