Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia-Ukraina Kembali Memanas, Intip Prospek Harga Bitcoin

Konflik Rusia-Ukraina berpotensi mempengaruhi Bitcoin, yang dapat memperburuk reaksi pasar spontan yang lebih lemah untuk aset berisiko tinggi seperti aset kripto.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  21:27 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin, Ethereum dan aset kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya terpantau sempat menguat pada perdagangan Senin (21/2/2022) sebelum kembali melemah, didorong oleh ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga Fed telah menyebabkan penurunan substansial di pasar dunia.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan, saat ini Pemerintah AS telah melaporkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina sudah dekat. Rusia di sisi lain mengatakan bahwa mereka menarik pasukan kembali dari perbatasan.

“Jika Rusia tidak menyerang selama beberapa hari ke depan, dan informasi dapat dipastikan bahwa sebagian besar pasukan sebenarnya telah ditarik kembali, hambatan di pasar ini akan hilang setidaknya sampai waktu berikutnya, sebagai pengalih perhatian,” tulisnya dalam riset harian, Senin (21/2/2022).

Konflik tersebut berpotensi mempengaruhi Bitcoin, yang dapat memperburuk reaksi pasar spontan yang lebih lemah untuk aset berisiko tinggi seperti aset kripto.

“Selanjutnya, investor akan meninggalkan Bitcoin dalam jangka pendek, selama beberapa hari dan pekan ke depan, kita mungkin melihat pergerakan Bitcoin menyamping, dengan kemungkinan penurunan untuk menguji dukungan US$30.000 per koin,” kata Andrew Suhalim Chief Executive Officer Litedex Protocol.

Kenaikan suku bunga Fed di sisi lain juga diperkirakan akan segera terwujud. The Fed mengatakan sangat mungkin untuk menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Maret, dengan semakin banyak analis berpikir bahwa bisa terjadi kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Kenaikan inflasi sebesar 7,5 persen pada Januari juga menyebabkan banyak kekhawatiran di seluruh pasar.

Dilansir coinmarketcap.com, Senin (21/2/2022), Bitcoin diperdagangkan turun 2,05 persen ke US$37.533 per BTC. Disusul Ethereum turun 1,18 persen ke US$2.605, BNB turun 3,28 persen ke US$367,54, Cardano merosot 2,57 persen ke US$0,91, dan Solana melorot 1,83 persen ke US$87,48 per koin.

Ibrahim meperkirakan untuk perdagangan besok, Bitcoin kemungkinan dibuka fluktuatif namun menguat di kisaran US$38.900,20 – US$39.500,30 per koin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top