Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setelah Komentar The Fed, Wall Street Ditutup Beragam

Sentimen hawkish Federal Reserve membuat Wall Street cenderung tertekan.
Pekerja berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (3/1/2021). Bloomberg/Michael Nagle
Pekerja berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (3/1/2021). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks S&P 500 menukik tajam membalikkan kenaikan kuat setelah Federal Reserve AS merilis pernyataannya pada akhir pertemuan kebijakan dua hari.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 129,64 poin atau 0,38 persen, menjadi 34.168,09 poin. Indeks S&P 500 jatuh 6,52 poin atau 0,15 persen, menjadi 4.532,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 2,82 poin atau 0,02 persen, menjadi 13.542,12 poin.

Sejumlah 9 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona merah, dengan sektor real estat dan material masing-masing terpangkas 1,66 persen dan 1,06 persen, memimpin penurunan.

Sementara itu, sektor teknologi dan keuangan masing-masing naik 0,72 persen dan 0,27 persen, hanya dua kelompok yang menguat.

Ketiga indeks saham utama AS berputar liar di menit-menit terakhir sesi yang berakhir dengan Dow bergabung dengan S&P di wilayah negatif dan Nasdaq menambah keuntungan nominal.

Indeks menikmati lonjakan singkat setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) meninggalkan suku bunga utama mendekati nol. Namun, keuntungan itu dengan cepat menguap ketika pernyataan Fed memperingatkan akan segera mulai menaikkan target suku bunga dana federal (Fed Fund) untuk memerangi inflasi yang persisten terkait dengan rantai pasokan yang tertatih-tatih akibat Covid.

"Dengan inflasi jauh di atas 2,0 persen dan pasar tenaga kerja yang kuat, Komite mengharapkan akan segera menaikkan kisaran target suku bunga dana federal," kata pernyataan itu, mengutip Antara.

Saham meluncur ke wilayah negatif setelah tanya jawab Ketua Fed Jerome Powell berlangsung, di mana ia memperingatkan bahwa inflasi tetap di atas target jangka panjangnya dan masalah pasokan lebih besar dan lebih tahan lama daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Ketika wartawan bertanya kepada Powell apakah Fed akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga di setiap pertemuan, yang berarti lebih dari empat kali tahun ini, dia tidak mengatakan mereka tidak akan melakukannya, yang menunjukkan fleksibilitas untuk menaikkan suku lebih cepat (jika perlu) daripada yang diperkirakan siapa pun," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina.

"Komunikasi hari ini lebih bernuansa daripada pertemuan Fed sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan karena Fed berkomitmen untuk menjaga kebijakan sepenuhnya akomodatif hingga pertemuan berikutnya, yang berarti FOMC tidak dapat memulai sesuatu yang konkret hari ini," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengatakan dalam sebuah catatan.

"Namun demikian, Ketua Fed Powell mengatakan lebih dari beberapa hal yang menambah nada yang lebih hawkish, yang pada gilirannya membebani saham," tambahnya.

Sementara itu, musim laporan keuangan perusahaan kuartal keempat telah mencapai kemajuan penuh, dengan seperlima dari perusahaan di S&P 500 telah membukukan hasil. Dari jumlah tersebut, 81 persen telah mengalahkan konsensus, menurut data Refinitiv.

Microsoft Corp terangkat 2,8 persen setelah panduan pendapatan kuartal saat ini, sebagian didorong oleh bisnis cloud-nya, berada di atas konsensus.

Boeing Co anjlok 4,8 persen setelah pembuat pesawat terbang itu mengatakan mengeluarkan biaya 4,5 miliar dolar AS pada kuartal keempat terkait dengan 787 yang absen.

Produsen mainan Mattel Inc melonjak 4,3 persen setelah mendapatkan kembali hak dari saingannya Hasbro Inc untuk memproduksi mainan berdasarkan waralaba "Frozen" Walt Disney Co.

Saham Tesla merosot sekitar 5,0 persen dalam perdagangan yang diperpanjang setelah pembuat kendaraan listrik itu memperingatkan bahwa pabriknya akan berjalan di bawah kapasitas hingga 2022 karena keterbatasan rantai pasokan.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 14,50 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,58 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Hafiyyan
Sumber : antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper