Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Studios (MSIN) Pacu Konsolidasi Bisnis Digital Grup MNC

MNC Studios melihat produksi dan pengelolaan media digital Grup MNC berpotensi dimaksimalkan dan dikelola profesional dalam satu naungan di bawah MSIN.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  16:38 WIB
Direksi dan komisaris PT MNC Studios International Tbk (MSIN) berfoto pada RUPST/LB perseroan di Jakarta, Selasa (18/8). Kiri ke kanan, Direktur MNC Studios International Endang Mayawati, Direktur Dewi Tembaga, Direktur Valencia H. Tanoesoedibjo, Direktur Utama Ella Kartika, Komisaris Utama Noersing, Direktur Titan Hermawan, Direktur Lina Priscilla Tanaya, Komisaris Independen Andry Wisnu Triyudanto. - Istimewa
Direksi dan komisaris PT MNC Studios International Tbk (MSIN) berfoto pada RUPST/LB perseroan di Jakarta, Selasa (18/8). Kiri ke kanan, Direktur MNC Studios International Endang Mayawati, Direktur Dewi Tembaga, Direktur Valencia H. Tanoesoedibjo, Direktur Utama Ella Kartika, Komisaris Utama Noersing, Direktur Titan Hermawan, Direktur Lina Priscilla Tanaya, Komisaris Independen Andry Wisnu Triyudanto. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produksi konten grup MNC, PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) menargetkan dapat menyelesaikan konsolidasi lini bisnis digital grup MNC ke dalam perseroan rampung pada awal tahun ini.

Direktur Utama MNC Studios International Ella Kartika menjelaskan seiiring dengan pesatnya pertumbuhan media digital, perseroan melihat produksi dan pengelolaan media digital dapat dimaksimalkan dan dikelola profesional dalam satu naungan di bawah MSIN.

"MSIN yang saat ini fokus diproduksi dan distribusi konten dan IP [intelectual property] melalui seluruh platform yang ada sehingga ada sinergi, dan efisiensi yang maksimal," jelasnya dalam paparan publik insidentil, Senin (3/1/2022).

Lebih lanjut, emiten berkode MSIN ini merencanakan RUPSLB pada 7 Februari 2022 dan akan meminta persetujuan kepada pemegang saham atas konsolidasi lini bisnis digital milik grup MNC kepada perseroan.

Dia juga menargetkan konsolidasi dapat rampung saat RUPSLB 7 Februari 2022 tersebut setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham independen.

"Dampak konsolidasi ini sangat baik, masuknya platform digital akan meningkatkan jumlah pemirsa dan revenue perusahaan, meningkatkan jumlah pemirsa digital, produksi konten yang kuat, dan bisa meningkatkan pemirsa digital platform," urainya.

Berdasarkan keterangan MSIN, lini bisnis digital grup MNC yang akan diambilalih oleh MSIN yakni RCTI plus, Vision Plus, serta 7 portal berita nasional termasuk BuddyKu yang diluncurkan pada Desember 2021.

Investor Relations MNC Studios International Fadel Putra menjelaskan rencana konsolidasi aset digital MNCN ke MSIN tersebut.

Ketiga aset utama digital tersebut akan dikonsolidasikan masuk menjadi lipar bisnis baru dari MSIN yakni lini bisnis super apps dan portal yang didalamnya terdapat RCTI plus yang didapuk sebagai AVOD [Advertising Video on Demand] super apps, Vision plus yang disebut sebagai SVOD [Subscription Video on Demand] super apps, portal berita dan umum yang diisi oleh Okezone.com, Sindonews.com, iNews.id, IDX Channel, Celebrities.id, soprtstars.id. Terakhir, portal berita berbasis artificial intelegent BuddyKu.

Layanan RCTI plus terangnya, terdiri atas 5 jenis konen, yakni video streaming, agregator berita, audio agregator, UGC Competition, dan Games Aggregator. Khusus games aggregator ini akan dipindahkan ke dalam VisionPlus dan digantikan dengan music agregator.

"Gamesplus diganti jadi musicplus, dalam waktu dekat akan disampaikan pengumuman layanan music streaming sama seperti spotify, bedanya gratis sama sekali, orang banyak dapat download lagu, masuk ke library mereka lalu sudah tak perlu lagi pakai internet akses lagunya," katanya.

Pengguna aktif RCTIplus mencapai 63,5 juta pengguna bulanan per November 2021, naik 7,4 kali lipat dalam 8 kuartal terakhir sejak kuartal I/2020 yang hanya 8,5 juta pengguna bulanan. Pendapatan utama RCTIplus yakni dari iklan.

Adapun, Visionplus memberikan layanan berlangganan untuk dapat mengakses sekaligus MNC Vision, K-Vision, dan MNC Play. Kelebihannya dapat saluran FTA lokal, kemudian 13 saluran khusus dari Visionplus, 105 saluran premium internasional termasuk HBO dan BEIN, 17.000 jam lebih film dan serial dan 10--20 program eksklusif yang tayang perbulan di dalam Visionplus.

Pemirsa berlangganan Visionplus telah mencapai 2,05 juta pelanggan hingga kuartal III/2021.

Adapun, khusus portal berita MNC sebelumnya memiliki hanya Okezone.com, Sindonews.com, dan iNews.id pada 2020, lalu pada 2021 bertambah dengan IDX Channel, Celebrities.id, dan sportstars.id.

Dengan total pelanggan aktif per bulan emncapai 79,8 juta pengguna. Rinciannya, pengguna okezone.com mencapai 34 juta, sindonews.com mencapai 26,7 juta, iNews.id mencapai 12,9 juta, IDX Channel 2,1 juta, Celebrities.id 2,6 juta, dan sportstars.id mencapai 1,5 juta.

Adapun, BuddyKu merupakan upaya menyawab pasar dengan membentuk platform ekosistem konten yang berbasis AI sehingga pengguna dapat dikembangkan berdasarkan ketertarikannya dan menghasilkan berita-berita yang profilnya unik sesuai personalnya.

"Kami juga pernah sampaikan ada kantor di India, New Delhi, khusus kembangkan machine learning untuk digital platform AI dan machine learning, yang mengembangkan BuddyKu, ini nantinya akan dipakai di smeua platform MSIN," urainya.

Dengan demikian, lini bisnis MSIN akan menjadi 4 lini, yang terdiri atas produksi konten dan IP, talent and label, media sosial dan gaming, serta super app dan portal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hary tanoe mnc group mnc PT MNC Studios International Tbk.
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top