Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Reksa Dana Syariah Diperkirakan Lebih Cerah Tahun Depan

Perbaikan ekonomi dan peningkatan harga komoditas akan berdampak terhadap prospek reksa dana syariah.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  21:02 WIB
ilustrasi investasi
ilustrasi investasi

Bisnis.com, JAKARTA – Analis mengungkapkan meski sepanjang tahun 2021 kinerja reksa dana syariah di bawah kinerja reksa dana konvensional, tetapi pada 2022 reksa dana syariah memiliki prospek yang lebih cerah.

Hal tersebut seiring dengan perbaikan ekonomi yang kemudian mendorong kenaikan harga komoditas diantaranya harga batu bara. Di sisi lain, potensi naiknya suku bunga Amerika Serikat oleh The Fed juga akan mempengaruhi Indonesia.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan kinerja reksa dana indeks syariah sepanjang tahun ini berkinerja di bawah reksa dana indeks konvensional.

Laporan mingguan Infovesta menyebutkan sepanjang tahun 2021, mayoritas kinerja indeks syariah di pasar saham mengalami penurunan. Per 24 November 2021, tercatat penurunan pada indeks JII sebesar 11,03 persen, meski indeks saham syariah indonesia masih tercatat positif dengan tumbuh 5,91 persen.

Penurunan kinerja tersebut ungkap Wawan karena pertumbuhan saham-saham syariah yang ada cenderung terbatas, termasuk sektor keuangan, komoditas, dan juga infrastruktur. Di mana pada awal tahun 2021 kinerja sektor tersebut cenderung negatif.

“Jadi kalau ditariknya year to date memang [reksa dana indeks syariah] dibawah daripada yang konvensional termasuk juga yang di pendapatan tetap dan pasar uang,” papar Wawan kepada Bisnis, Senin (27/12/2021).

Wawan menjelaskan bahwa karena perbankan syariah menggunakan sistem bagi hasil, sementara penyaluran kredit tahun ini turun sehingga membuat bagi hasil perbankan sepanjang tahun ini juga berada di bawah ekspektasi dan kemudian berdampak pada industri reksa dana syariah.

Selain itu, jelasnya dana kelolaan reksa dana syariah pun juga turun tajam karena dana Badan Pengelola Keuangan Haji menarik dana yang cukup besar dari reksa dana terproteksi yaitu lebih dari Rp30 triliun.

Meski sepanjang tahun kinerja reksa dana syariah tidak begitu memuaskan, Wawan mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, kinerja indeks JII membaik dan hampir setara dengan kinerja indeks LQ45.

“Prospek reksa dana syariah [tahun 2022] itu sebetulnya lebih baiknya itu ada,” katanya.

Prospek yang baik tersebut jelas Wawan karena harga komoditas saat ini sedang bagus. Contohnya harga batu bara yang saat ini merangkak naik dan tengah berada di level US$170 per ton.

Batu bara menurut Wawan adalah satu sektor yang dipandang akan dibutuhkan ketika dunia masuk dalam masa recovery atau perbaikan karena kebutuhan ekonomi yang juga akan naik. Adapun tulang punggung indeks JII yaitu emiten-emiten batu bara.

“Penggerek [reksa dana syariah] tetap dari infrastruktur, telekomunikasi terutama, dan komoditas untuk tahun depan,” papar Wawan.

Di sisi lain, Wawan menyampaikan bahwa jika pada tahun depan suku bunga naik maka reksa dana pasar uang syariah akan diuntungkan dengan situasi tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana Indeks Syariah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top