Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Archi (ARCI) Tambah Kapasitas Pabrik Emas Jadi 4,8 Metrik Ton per Tahun

Archi Indonesia menargetkan untuk kembali meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan emas pada 2022 menuju 4,8 metrik ton per tahun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  13:27 WIB
Tambang Emas Toka Tindung milik Archi Indonesia, Sulawesi Utara - Dok.Perusahaan.
Tambang Emas Toka Tindung milik Archi Indonesia, Sulawesi Utara - Dok.Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menutup 2021 dengan optimisme akan prospek bisnis yang lebih kuat pada 2022.

Pada 2021, ARCI telah berhasil membuka pit baru yaitu Pit Alaskar serta menyelesaikan pengembangan dari Pit Araren tahap 5. Kedua proyek memiliki kadar emas rata-rata yang lebih tinggi, dan diproyeksikan akan menjadi kontributor terbesar terhadap cadangan bijih emas untuk diolah pada 2022 maupun tahun-tahun mendatang.

Selain itu, berbagai inisiatif efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas juga terus dilakukan, di antaranya penambahan armada tambang yang mencakup 18 truk berkapasitas 100 ton dan 2 ekskavator berkapasitas 120 ton.

Tahun ini, ARCI juga merampungkan perjanjian pergantian kontraktor penambangan untuk aktivitas drill and blast dari yang sebelumnya PSI dan Orica menjadi Hanwa dan DNX. Pergantian ini diharapkan dapat memberikan penghematan biaya penambangan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Di sisi lain, ARCI juga telah menyelesaikan proyek pengembangan kapasitas pabrik pengolahan emas sebesar 3,6 metrik ton per tahun (mtpa) pada akhir tahun 2020 menjadi 4,0 mtpa pada akhir tahun 2021.

“Perseroan menargetkan untuk kembali meningkatkan kapasitas pabrik tersebut pada 2022 menuju 4,8 metrik ton per tahun,” ungkap Direktur Utama ARCI Ken Crichton dalam siaran pers, Rabu (22/12/2021).

Peningkatan kapasitas pabrik tersebut mencerminkan komitmen ARCI dalam melaksanakan rencana bisnisnya yang telah disampaikan sejak masa Penawaran Umum Perdana (IPO) pada pertengahan 2021. Perseroan ingin meningkatkan volume produksi tahunan ARCI dan membawa pertumbuhan bisnis yang positif untuk jangka panjang.

Crichton mengatakan, inisiatif-inisiatif yang ARCI lakukan tidak hanya berpotensi meningkatkan throughput penambangan dan produksi, namun juga berpotensi untuk memberikan efisiensi pada penggunaan bahan bakar dan mining costs secara keseluruhan.

“Selain itu, jalinan kemitraan strategis baru untuk aktivitas drill & blast, berdasarkan riset internal kami, diharapkan dapat mendorong efisiensi biaya hingga US$30 juta dalam periode 5 tahun mendatang,” imbuhnya.

Untuk kegiatan eksplorasi, saat ini ARCI tengah melakukan studi kelayakan untuk persiapan pembangunan wilayah operasional yang baru di Koridor Barat. Pembangunan infrastruktur tersebut akan mempercepat kegiatan eksplorasi ARCI sehingga berpotensi menemukan tambahan sumber daya mineral dan cadangan bijih yang signifikan. Hal ini diharapkan akan terjadi pada 2023, sehingga proses penambangan di Koridor Barat mulai dilakukan pada 2024.

Hingga kini, ARCI baru melakukan eksplorasi dan penambangan emas sebesar 15 persen dari total area konsesinya seluas 40.000 hektar, terutama di area Koridor Timur.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten tambang emas emiten emas Archi Indonesia
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top