Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Targetkan Serapan SBN Ritel Rp100 Triliun pada 2022

Kemenkeu menargetkan permintaan surat berharga negara (SBN) ritel pada 2022 mencapai Rp100 triliun seiring dengan tingginya minat masyarakat.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  12:03 WIB
Sukuk Ritel 014 dengan kupon 5,47 persen -  Instagram.
Sukuk Ritel 014 dengan kupon 5,47 persen - Instagram.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel sebesar Rp100 triliun pada tahun 2022.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, target penerbitan ini tidak jauh dari nilai penerbitan SBN Ritel pada 2021 sebesar Rp97,2 triliun. Target pada tahun depan tersebut juga masih fleksibel dengan melihat kondisi pasar, minat masyarakat dan kebutuhan kas.

“Untuk tahun depan kami targetkan kurang lebih Rp100 triliun, tetapi akan tetap fleksibel sesuai market,” jelasnya dalam Media Briefing: Strategi Pembiayaan APBN Tahun 2022 pekan ini.

Jenis instrumen SBN ritel yang akan diterbitkan masih sama dengan 2021. Instrumen-instrumen tersebut terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dengan jenis Obligasi Ritel (ORI) yang dapat diperdagangkan (tradeable) dan Savings Bond Ritel (SBR) yang tidak dapat diperdagangkan (non tradeable)

Sementara, untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel, pemerintah akan menerbitkan Sukuk ritel yang tradable, sukuk tabungan yang bersifat non-tradable serta Sukuk Wakaf-Linked.

Secara rinci, pada tahun 2022 pemerintah akan menerbitkan 6 SBN ritel dengan jenis ORI sebanyak 2 kali, Sukuk Ritel (SR) 2 kali, Savings Bond Ritel (SBR), dan juga Sukuk Tabungan (ST) seri ST009. Selain itu, 1 Sukuk Wakaf Ritel (SWR) juga akan diterbitkan pada tahun depan.

Luky menambahkan potensi SBN Ritel di Indonesia masih sangat besar. Pemerintah akan terus berupaya untuk mengembangkan segmen ritel sebagai salah satu sumber pembiayaan negara.

“Kami akan terus mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut mendukung APBN,” tambahnya.

Adapun, jumlah serapan dari obligasi ritel sepanjang 2021 mencapai Rp97,2 triliun dari 6 seri SBN Ritel yang ditawarkan. Angka ini naik dari realisasi penerbitan SBN ritel sepanjang 2020 yang mencapai Rp76,78 triliun.

Sukuk ritel (SR) seri SR015 mencatat rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah penerbitan SBN ritel secara daring. SR015 yang ditawarkan pada akhir Agustus hingga pertengahan September lalu itu sukses menghimpun dana sebesar Rp27 triliun.

Rekor sebelumnya dicatatkan oleh obligasi ritel (ORI) seri OR019 yang membukukan penjualan senilai Rp26 triliun pada awal tahun ini.

SR015 juga berhasil menggeser SR013 sebagai sukuk ritel terlaris sepanjang sejarah penerbitan secara daring. SR019 yang diterbitkan pada 2020 lalu menghimpun penawaran Rp25,67 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sbn Obligasi Pemerintah obligasi ritel indonesia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top