Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sukuk Hijau Makin Diminati Investor. Bagaimana Prospeknya?

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto menyebutkan struktur kupon ST008 yang menarik membuat antusiasme investor tetap terjaga.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 November 2021  |  20:30 WIB
Ilustrasi Sukuk Ritel SR13 - Instagram @djpprkemenkau
Ilustrasi Sukuk Ritel SR13 - Instagram @djpprkemenkau

Bisnis.com, JAKARTA – Potensi return yang lebih baik dibandingkan dengan deposito membuat antusiasme investor terhadap sukuk tabungan (ST) seri ST008 tetap tinggi. Popularitas instrumen sukuk hijau (green sukuk) ke depannya juga diyakini akan terus meningkat.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto menyebutkan struktur kupon ST008 yang menarik membuat antusiasme investor tetap terjaga. Hal ini karena kupon yang ditawarkan ST008 bersifat floating dan memiliki batas bawah (floor).

“Dengan tenor yang relatif rendah serta potensi kuponnya meningkat kalau suku bunga BI naik, tentu menjadikan ST sebagai salah satu alternatif hedging untuk investor obligasi yang banyaknya fixed rate,” jelasnya saat dihubungi pada Rabu (17/11/2021).

Ia menyebutkan, meski kupon yang ditawarkan lebih rendah, ST008 terbilang lebih menarik dibandingkan dengan deposito dari sisi potensi keuntungan. Hal ini karena tren penurunan bunga deposito diprediksi masih berlanjut seiring dengan turunnya loan to deposit ratio (LDR) perbankan.

Handy menyebutkan, prospek instrumen green sukuk baik konvensional maupun ritel ke depannya cukup positif. Menurutnya, permintaan investor terhadap jenis instrumen ini mulai tumbuh sejak beberapa tahun terakhir.

Ia memaparkan, investor mulai menyadari prinsip investasi yang memperhatikan prinsip keberlanjutan. Popularitas investasi dengan unsur Environmental, Social, and Governance (ESG) juga belakangan mulai meningkat seiring dengan kesadaran investor terhadap kelestarian lingkungan.

Sejumlah pengelola dana luar negeri saat ini telah memiliki porsi khusus untuk ESG. Handy optimistis, tren yang sama dapat terjadi pada investasi green sukuk ataupun ESG investing lainnya di Indonesia dengan keterlibatan dari pemangku kepentingan terkait.

“Akan lebih bagus kalau jenis investasi seperti green sukuk ini diberikan insentif khusus, contohnya seperti pajaknya 0 persen,” tutupnya.

ST008 merupakan green sukuk ritel yang menunjukkan komitmen dan kontribusi pemerintah dalam mengembangkan pasar uang syariah serta dalam mengatasi perubahan iklim.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi sukuk deposito sukuk tabungan
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top